Payday loans
payday loans

Arsip

Tag Artikel ‘Air’

Sehat dan Rileks dengan Air

Air sangat penting bagi kehidupan, karena air merupakan kebutuhan primer yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu air juga merupakan sarana bermain yang sangat menyenangkan.

Terlepas dari nuansa bersenang-senang, air merupakan salah satu terapi yang baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Sebastian Kneipp, seorang pendeta yang pertama kali memperkenalkan terapi air, yaitu sekitar abad ke-19 silam. Kneipp kemudian membuat terapi air yang sangat populer, sehingga pada masa itu hampir seluruh Eropa dan Asia tergila-gila pada terapi ini.

Selengkapnya

Kategori:Kesehatan Tag

Minumlah Air Organik

Pada umumnya air mengandung mineral anorganik. Mineral anorganik tersebut antara lain Ferrum, Merkuri, dan Alumunium. Air yang sama sekali tidak mengandung unsur kimia lain selain H2O (air) itu sendiri disebut air organik.
Untuk mengukur kadar mineral air digunakan TDS meter (Total Dissolved Solids meter), yaitu alat untuk mengukur total zat padat yang terlarut dalam zat cair. Satuan yang digunakan adalah ppm (part per million). Semakin besar TDS air berarti semakin banyak mineral anorganik yang terdapat di dalamnya. Air organik mempunyai TDS 0 ppm. Kategori air: > 100 ppm: bukan air minum, 10 – 100 ppm: air minum, 1 – 10 ppm: air murni, 0 ppm: air organik.

Apakah tubuh manusia memerlukan mineral anorganik? Tidak. Tubuh manusia hanya dapat menyerap mineral organik yang terdapat pada makanan, misalnya sayur, buah, dan daging. Tubuh manusia memiliki mekanisme pembuangan mineral anorganik, tetapi kemampuannya terbatas. Apabila batasnya terlampaui, maka sisanya akan tertimbun dalam tubuh dan akan menimbulkan penyakit seperti batu ginjal, batu empedu, katarak, dan penyumbatan pembuluh darah. Minum air organik akan mencegah tertimbunnya mineral anorganik.

Selengkapnya

Kategori:Kesehatan Tag

Air Jernih Sehat dan Bersihkah?

air1Pernahkah mendengar istilah air jernih belum tentu bersih? Itu memang betul sekali karena jernih di sini sangat berbeda sekali artinya dengan bersih. Dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengira bahwa air jernih pasti layak diminum. Ini jelas keliru. Dalam air yang jernih kita tidak tahu kandungan zat kimia dan juga mikroba yang ada dalam air tersebut. Bahan kimia tersebut dan juga mikroorganisme yang ada di dalamnya terlarut dalam air. Mari kita analogikan sebagai berikut contohnya, garam dapur yang dilarutkan dalam air. Tak tampak ada garam bukan? Airnya tetap jernih tapi asin rasanya. Bagaimana kalau zat tadi bukan garam melainkan zat berbahaya dan beracun.

Air minum yang kita konsumsi apakah sudah sehat? Pada air sumur apalagi yang lokasinya dekat dengan selokan, tangki septik, atau di pinggirnya banyak yang mencuci lalu air cuciannya menyerap lagi ke dalam sumur, dapat diduga buruk kualitasnya. Jernih tetapi tidak layak diminum. Air PDAM juga begitu. Kalau air bakunya dari sungai yang banyak menerima air sawah, air limbah pabrik, dan air limbah rumah tangga bisa dipastikan airnya tercemar.

Hal serupa bisa terjadi pada air minum isi ulang dan air minum kemasan jika unit pengolahnya tidak mampu menangani racun tersebut. Air tanah, termasuk mata air pun tak tertutup kemungkinannya terkotori zat berbahaya-beracun. Ini bergantung pada lapisan batuan (formasi geologi di mana air berada) yang dilewatinya di dalam tanah. Apalagi kalau air itu melewati timbunan sampah semacam TPSA (tempat pembuangan sampah akhir) yang bukan hanya terdapat mikroba berbahaya (salmonela, e coli, dll) juga bahan-bahan kimia yang akan terlarut (misalnya Fe, Mangaan, timbal, dll)

Paparan di atas membuat kita berpikir ulang perihal kualitas air yang biasa diminum. Pada masa kecil, bersihkah air minum kita? Saat remaja, dewasa, dan tua bersihkah air minum kita? Bersihkah air pencuci beras, sayur, ikan, daging, dan kuah sayur di rumah makan, restoran, warung langganan kita? Air minumnya mungkin tampak jernih, tetapi bersih dan sehatkah? Terlebih lagi kalau sudah dicampur sayur, bakso, kopi, teh, susu, daun pandan, dan lain-lain. Zat berbahaya-beracunnya sudah tak terasa lagi keberadaannya. Kita pun tidak langsung sakit, tidak langsung diare. Itu semua lantaran bakterinya sudah mati karena dipanaskan. Hanya saja, zat kimia beracun yang larut di dalamnya tidak bisa dihilangkan dengan proses pemanasan. Coba kita ilustrasikan, segelas air selokan atau air comberan lalu panaskan sampai mendidih 100 derajat Celcius selama sepuluh menit. Atau lebih lama lagi, yaitu 20 atau 30 menit. Minumlah. Pasti tidak akan mencret. Sebab, semua mikroorganismenya sudah mati. Tetapi zat kimia beracun dan berbahaya yang ada di dalamnya tidak hilang, faktor inilah yang berbahaya bagi organ tubuh kita.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

Tubuh Harus Dipasok Air Sehat

air-sehatSekitar 60-70% komposisi tubuh manusia adalah air (cairan). Karena itu, air memegang peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan untuk menjamin kelancaran proses metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan air akan menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang tingkatnya bisa ringan sampai berat. Kekurangan air menyebabkan sel kehilangan komponen intinya dan kondisi ini akan mengganggu metabolisme. Pada tingkat berat, dehidrasi bisa menyebabkan kematian.

Air merupakan komponen esensial yang tidak bisa disintesa oleh tubuh. Sehingga, air harus diperoleh dari luar tubuh. Karena fungsi air yang sangat penting bagi tubuh, maka tubuh harus memperoleh air dalam dosis yang cukup setiap hari. Jumlah ideal yang harus dikonsumsi adalah dua liter per hari yang merupakan jumlah total cairan yang masuk ke dalam tubuh. Yang disebut dua liter bukan berarti harus minum delapan gelas air sehari, tetapi adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Dan itu tidak harus dari air minum. Makanan berkadar air tinggi seperti buah juga bisa mencukupi kebutuhan akan air.

Air yang harus diminum adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimianya, air sehat memiliki pH netral dengan konsentrasi beberapa mineral-mineral tertentu yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Dari aspek mikrobiologinya, air sehat yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen). Misalnya, bakteri E coli yang bisa menyebabkan diare dan salmonela yang bisa mengakibatkan tipus. Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia dan bukan merupakan mikroba alami dalam air. Jika air mengandung kedua bakteri ini, berarti air telah tercemar oleh tinja manusia.

Serangkaian proses pengolahan (water treatment) perlu dilakukan untuk mendapatkan air sehat. Perusahaan Air Minum (PAM/PDAM) memiliki mekanisme sendiri untuk pengolahan air sehingga siap dimasak tetapi belum siap untuk langsung diminum. Yaitu lewat proses sedimentasi dan filtrasi. Kondisi ini berbeda dengan di negara maju seperti Jepang, Singapura, Amerika, dan Eropa, yang air kerannya bisa langsung diminum (sudah steril) tanpa perlu dimasak.

Proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) lebih panjang lagi. Sterilisasinya menggunakan ozon dan ultra violet. Perusahaan AMDK memiliki standar internasional dalam pengolahan air minum. Dalam hal ini prinsip good manufacturing practice (GMP) dilakukan secara ketat.
Tidak semua air minum dalam kemasan (AMDK) layak dikonsumsi. Bisa saja air tersebut tercemar zat-zat tertentu. Sejumlah tips untuk memilih air minum kemasan yang aman dikonsumsi adalah sebagai berikut:

1). Telitilah penampilan fisik air minum dalam kemasan, masih bagus atau tidak. Pastikan tidak ada semacam lendir di dalamnya yang merupakan indikasi tercemar atau tidaknya sebuah produk air dalam kemasan;

2). Pilihlah produk yang mencatumkan label ingredient. Sebab kita akan mengetahui kandungan-kandungan dalam air kemasan tersebut, misalnya kandungan mineral dan kadar pH-nya.

Kategori:Kesehatan Tag

Dehidrasi

mulut keringBanyak orang beranggapan bahwa dehidrasi merupakan hal biasa dimana tubuh seseorang itu mengalami kekurangan cairan tubuh sehingga dapat dengan mudah digantikan dengan minum cairan, yang sebenarnya tidak membantu mengatasi masalah dehidrasi itu sendiri. Sebagian orang beranggapan bahwa dehidrasi itu muncul hanya pada saat menderita diare, padahal dehidrasi merupakan keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Pola hidup dan pekerjaan yang padat membuat tubuh kita sangat rentan terhadap dehidrasi, kita baru sadar apabila muncul gejala parah dan membutuhkan pertolongan yang serius.

Dehidrasi sekalipun kategorinya ringan sedapat mungkin dihindarkan. Tanyalah pada diri Anda sendiri, kapan terkhir buang air kecil? Jika jawabannya enam atau delapan jam yang lalu, waspadalah, tubuh Anda mungkin mengalami dehidrasi. Bagi orang yang masih muda mungkin tidak mendatangkan begitu banyak masalah, karena tubuh sedikit banyak bisa langsung menyesuaikan diri jika kekurangan cairan, akan tetapi perlu diingat, jika hal ini diabaikan dan berlangsung secara terus menerus, maka akibat yang fatal bakal dirasakan. Bagi bayi dan lanjut usia, air yang hilang dari tubuh harus segera diganti dan jangan sampai menunggu rasa haus itu datang.

Pada sebagian orang, ketika sedang diare mereka lebih mementingkan obat daripada mengusahakan memberi cairan yang cukup bagi tubuh. Apabila diare terjadi berulang kali maka akan mengakibatkan tubuh kekurangan banyak cairan bahkan sejumlah mineral penting (elektrolit) seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Oleh karena itu usahakan untuk memperbanyak minum air putih dan tidak hanya mengandalkan obat saja.

Tanda-tanda dehidrasi

Rasa haus merupakan tanda awal dari dehidrasi, tetapi perlu diingat bahwa dehidrasi dapat terjadi sebelum rasa haus itu datang. Gejala umum dehidrasi yang biasanya timbul adalah:

  1. Mulut kering
  2. Dahaga
  3. Tekanan darah rendah
  4. Detak jantung berjalan cepat
  5. Merasa sakit kepala dan pusing
  6. Produksi urine sedikit, berwarna gelap dan berbau tajam
  7. Kurang konsentrasi

Jika keadaan ini berlanjut, maka kita akan merasa lebih sakit karena seluruh organ-organ tubuh terkena pengaruh dari gejala dehidrasi ini.

Berikut ini adalah tingkatan dehidrasi:

1. Dehidrasi ringan, gejalanya adalah:

  • Kulit wajah tampak memerah
  • Rasa haus yang begitu besar
  • Kulit hangat dan kering
  • Tidak buang air kecil atau volume urine  berkurang dengan warna gelap
  • Pusing dan tubuh merasa lemah
  • Mengantuk
  • Mulut dan lidah terasa kering disertai berkurangnya air liur

2. Dehidrasi sedang, gejalanya adalah:

  • Tekanan darah menurun
  • Pingsan
  • Kontraksi yang kuat pada otot, lengan, kaki, perut dan punggung
  • Kejang
  • Perut kembung
  • Gagal jantung
  • Ubun-ubun cekung
  • Denyut nadi cepat dan lemah

3. Dehidrasi berat, gejalanya adalah:

  • Berkurangnya kesadaran dan tidak buang air kecil
  • Tangan dan kaki terasa dingin dan lembab
  • Denyut nadi yang semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
  • Tekanan darah yang menurun hingga tidak dapat diukur
  • Kebiruan pada ujung kuku, mulut, dan lidah

Berbagai gejala ini, jika tidak segera ditangani maka akan dapat mengancam jiwa.

Tips mencegah dehidrasi

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering lupa bahwa betapa besar manfaat dari air yang kita gunakan sehari-hari. Agar terbiasa minum air putih dalam jumlah yang disarankan (minimal 8 gelas setiap hari), siasati dengan menyiapkan air di meja kerja. Jika minum air terasa kembung, minumlah pada saat haus tetapi dalam jumlah yang banyak. Pada saat makan, awali dengan minum air putih agar pencernaan kita bekerja dengan baik. Ketika kita sedang olahraga, jangan lupa untuk selalu membawa air dalam kemasan dalam jumlah yang banyak. Jika ingin merasakan segarnya air, cobalah untuk minum air dari kendi, pasti akan terasa segarnya.

Dikutip dari http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

40 Langkah Menghemat Air

air mancurAda banyak cara untuk menghemat penggunaan air dan kesemuanya dimulai dari diri kita masing-masing.

1. Ketika mencuci piring-piring dengan tangan, jangan biarkan air mengucur bila membilas. Isilah satu bak cuci piring dengan air untuk membilas di bak yang satunya.

2. Cek sistem penyiram air secara teratur dan aturlah penyiram supaya hanya halaman rumput Anda yang tersiram bukan rumah, tempat pejalan kaki, atau jalan.

3. Jalankan mesin cuci dan mesin pencuci piring Anda hanya ketika keduanya penuh dan Anda dapat menghemat 1.000 galon air sebulan.

4. Simpanlah satu pitcher air di lemari es daripada Anda mengambil air dingin lewat kran supaya Anda tidak menyia-nyiakan setiap tetesan air.

5. Selalu menyirami ketika pagi hari, ketika suhu sejuk, untuk mengurangi penguapan.

6. Cucilah barang Anda di bak cuci piring atau ember yang sudah terisi air daripada Anda mencuci di kran yang mengalir.

7. Gunakan lapisan jerami/mulsa (bahan organik) sekitar tanaman untuk mengurangi penguapan dan menghemat ratusan galon air per tahun.

8. Gunakan sapu daripada menggunakan penyemprot air guna membersihkan jalan mobil atau tempat pejalan kaki dan menghemat lebih dari 80 galon air setiap waktu.

9. Kumpulkan air yang Anda gunakan untuk membilas produk Anda dan gunakan lagi untuk menyiram tanaman di rumah.

10. Siramlah halaman rumput Anda dalam beberapa waktu yang berdekatan daripada dalam jangka waktu yang lama. Hal ini lebih memudahkan air untuk terserap.

11. Kita harus lebih sering memperhatikan kebocoran kran di dalam rumah, tapi jangan lupa juga untuk mengecek kran di luar rumah, pipa dan selang-selang karet dari kebocoran.

12. Beri batasan waktu bila Anda mandi di pancuran kurang dari 5 menit. Anda akan menghemat air lebih dari 1.000 galon per bulan.

13. Aturlah mesin pemotong rumput Anda dalam setting yang tinggi. Rumput yang panjang akan mengurangi kehilangan air akibat penguapan.

14. Kumpulkan dan gunakan air hujan untuk menyirami kebun Anda.

15. Pilihlah satu gelas untuk tempat minum Anda setiap hari. Hal ini akan mengurangi jumlah penggunaan mesin pencuci piring Anda.

16. Daripada menggunakan selang plastik untuk menghilangkan cat, oli motor, dan pestisida, buanglah hal-hal tersebut secara tepat dengan mendaur ulang atau membuangnya di tempat pembuangan barang-barang berbahaya.

17. Jangan menggunakan air kran untuk mencairkan makanan beku.

18. Sebelum Anda mandi pasanglah kepala pancuran dengan pancaran rendah. Barang itu tidak mahal, mudah dipasang dan dapat menghemat pengeluaran air keluarga lebih dari 500 galon per minggu.

19. Rendamlah periuk dan panci Anda daripada Anda mengucurkan air untuk membersihkannya dari kerak.

20. Hindari pemasangan ornamen yang menggunakan air (air mancur, kolam, dll) kecuali air itu didaur ulang.

21. Manfaatkan tempat pencucian mobil komersial yang mendaur ulang air.

22. Jangan membeli mainan yang menggunakan air mengalir.

23. Matikan air ketika gosok gigi dan Anda menghemat air 4 galon per menit. Itu sama dengan 200 galon seminggu untuk keluarga berjumlah 4 orang.

24. Doronglah sistem sekolah Anda dan pemerintah daerah untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan etika konservasi air bagi anak-anak dan orang dewasa.

25. Pastikan tutup kloset Anda dalam keadaan tertutup setelah menyiram.

26. Potonglah halaman rumput Anda kadang-kadang bila mungkin. Pemotongan rumput akan menambah stres halaman rumput Anda dan hal itu menyebabkan halaman rumput membutuhkan lebih banyak air.

27. Jangan menggunakan semprotan air untuk pendinginan atau untuk bermain. Menggunakan air dengan selang atau semprotan membuang bergalon-galon air.

28. Mandikan anak-anak Anda bersama-sama.

29. Letakkan pancuran air atau saluran pembuangan air ke arah semak-semak atau pohon-pohon.

30. Pakailah pipa semprot pada selang dan matikan air ketika Anda mencuci mobil Anda dan Anda akan menghemat air lebih dari 1.000 galon.

31. Biarkan cabang-cabang rendah pada pepohonan dan semak-semak dan biarkan sampah dedaunan menumpuk di tanah. Hal ini menjaga tanah supaya tetap sejuk dan mengurangi penguapan.

32. Mulailah membuat kompos dari gundukan sampah. Gunakan kompos ketika Anda menanam dan tambahkan air untuk mengikat bahan organik di tanah.

33. Dengarkan tetesan air di kran dan kamar mandi yang mengalir sendiri. Memperbaiki kebocoran dapat menghemat 500 galon per bulan.

34. Mandikan binatang peliharaan Anda di luar rumah di area yang membutuhkan air.

35. Pilihlah alat-alat pengumpul air yang baru seperti mesin cuci yang dapat menghemat lebih dari 20 galon setiap kali pemakaian.

36. Angin-anginkan halaman rumput Anda. Lubangi halaman rumput Anda kira-kira sedalam 6 inch sehingga air dapat meresap ke akar daripada mengalir di permukaan.

37. Matikan air bila Anda sedang bercukur dan keramas dan Anda akan menghemat air lebih dari 150 galon per minggu.

38. Pasanglah sebuah toilet dam atau botol yang berisi air di tangki toilet Anda untuk mengurangi jumlah penggunaan air setiap penyiraman atau pasanglah tangki toilet volume terbatas.

39. Berilah saran-saran kepada pegawai Anda untuk menghemat air (menghemat uang) di tempat kerja.

40. Menanamlah pada musim hujan dimana air sedikit dibutuhkan.

Dikutip dari http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan, Lingkungan Tag

Tahun 2100, Permukaan Laut Naik Satu Meter (Kompas 10 Oktober 2008)

BERLIN, KAMIS – Permukaan laut diperkirakan akan naik setinggi satu meter pada akhir abad ke-21. Demikian laporan yang dilansir sebuah lembaga riset terkemuka Jerman Kamis (10/10). Menurut lembaga itu, kenaikan ini jauh lebih tinggi ketimbang proyeksi paling optimis yang disampaikan panel iklim PBB, IPCC (Intergovernmental Panel for Clomate Change).

“Kita sebaiknya bersiap-siap dalam menghadapi naiknya permukaan laut setinggi satu meter pada abad ini,” kata Joachim Schellnhuber, kepala Institut Postdam bagi Riset Dampak Iklim (PIK), yang memberikan nasehat kepada pemerintah dalam kebijakan lingkungan.

Tingkat pencairan es di Himalaya dan Greenland telah meningkat menjadi dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dalam beberapa tahun belakangan ini. Sebagian karena faktor naiknya emisi gas rumah kaca dari berbagai pembangkit listrik China.

Pada Februari 2007, dalam volume pertama laporan bersejarahnya, IPCC meramalkan kenaikan permukaan berbagai samudera antara 19 sentimeter hingga 59 sentimeter pada 2100. Kenaikan permukaan laut satu meter saja boleh jadi akan membuat pulau-pulau di Samudera Pasifik yang letaknya rendah, seperti Tuvalu, akan terendam, dan banjir besar akan menggenangi Bangladesh dan mengancam kota-kota, dari New York hingga Buenos Aires.

Kategori:Lingkungan Tag

Mengenal Air demi Kesehatan

Kategori:Kesehatan Tag