Pernahkah mendengar istilah air jernih belum tentu bersih? Itu memang betul sekali karena jernih di sini sangat berbeda sekali artinya dengan bersih. Dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengira bahwa air jernih pasti layak diminum. Ini jelas keliru. Dalam air yang jernih kita tidak tahu kandungan zat kimia dan juga mikroba yang ada dalam air tersebut. Bahan kimia tersebut dan juga mikroorganisme yang ada di dalamnya terlarut dalam air. Mari kita analogikan sebagai berikut contohnya, garam dapur yang dilarutkan dalam air. Tak tampak ada garam bukan? Airnya tetap jernih tapi asin rasanya. Bagaimana kalau zat tadi bukan garam melainkan zat berbahaya dan beracun.
Air minum yang kita konsumsi apakah sudah sehat? Pada air sumur apalagi yang lokasinya dekat dengan selokan, tangki septik, atau di pinggirnya banyak yang mencuci lalu air cuciannya menyerap lagi ke dalam sumur, dapat diduga buruk kualitasnya. Jernih tetapi tidak layak diminum. Air PDAM juga begitu. Kalau air bakunya dari sungai yang banyak menerima air sawah, air limbah pabrik, dan air limbah rumah tangga bisa dipastikan airnya tercemar.
Hal serupa bisa terjadi pada air minum isi ulang dan air minum kemasan jika unit pengolahnya tidak mampu menangani racun tersebut. Air tanah, termasuk mata air pun tak tertutup kemungkinannya terkotori zat berbahaya-beracun. Ini bergantung pada lapisan batuan (formasi geologi di mana air berada) yang dilewatinya di dalam tanah. Apalagi kalau air itu melewati timbunan sampah semacam TPSA (tempat pembuangan sampah akhir) yang bukan hanya terdapat mikroba berbahaya (salmonela, e coli, dll) juga bahan-bahan kimia yang akan terlarut (misalnya Fe, Mangaan, timbal, dll)
Paparan di atas membuat kita berpikir ulang perihal kualitas air yang biasa diminum. Pada masa kecil, bersihkah air minum kita? Saat remaja, dewasa, dan tua bersihkah air minum kita? Bersihkah air pencuci beras, sayur, ikan, daging, dan kuah sayur di rumah makan, restoran, warung langganan kita? Air minumnya mungkin tampak jernih, tetapi bersih dan sehatkah? Terlebih lagi kalau sudah dicampur sayur, bakso, kopi, teh, susu, daun pandan, dan lain-lain. Zat berbahaya-beracunnya sudah tak terasa lagi keberadaannya. Kita pun tidak langsung sakit, tidak langsung diare. Itu semua lantaran bakterinya sudah mati karena dipanaskan. Hanya saja, zat kimia beracun yang larut di dalamnya tidak bisa dihilangkan dengan proses pemanasan. Coba kita ilustrasikan, segelas air selokan atau air comberan lalu panaskan sampai mendidih 100 derajat Celcius selama sepuluh menit. Atau lebih lama lagi, yaitu 20 atau 30 menit. Minumlah. Pasti tidak akan mencret. Sebab, semua mikroorganismenya sudah mati. Tetapi zat kimia beracun dan berbahaya yang ada di dalamnya tidak hilang, faktor inilah yang berbahaya bagi organ tubuh kita.
Sekitar 60-70% komposisi tubuh manusia adalah air (cairan). Karena itu, air memegang peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan untuk menjamin kelancaran proses metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan air akan menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang tingkatnya bisa ringan sampai berat. Kekurangan air menyebabkan sel kehilangan komponen intinya dan kondisi ini akan mengganggu metabolisme. Pada tingkat berat, dehidrasi bisa menyebabkan kematian.
Air merupakan komponen esensial yang tidak bisa disintesa oleh tubuh. Sehingga, air harus diperoleh dari luar tubuh. Karena fungsi air yang sangat penting bagi tubuh, maka tubuh harus memperoleh air dalam dosis yang cukup setiap hari. Jumlah ideal yang harus dikonsumsi adalah dua liter per hari yang merupakan jumlah total cairan yang masuk ke dalam tubuh. Yang disebut dua liter bukan berarti harus minum delapan gelas air sehari, tetapi adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Dan itu tidak harus dari air minum. Makanan berkadar air tinggi seperti buah juga bisa mencukupi kebutuhan akan air.
Air yang harus diminum adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimianya, air sehat memiliki pH netral dengan konsentrasi beberapa mineral-mineral tertentu yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Dari aspek mikrobiologinya, air sehat yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen). Misalnya, bakteri E coli yang bisa menyebabkan diare dan salmonela yang bisa mengakibatkan tipus. Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia dan bukan merupakan mikroba alami dalam air. Jika air mengandung kedua bakteri ini, berarti air telah tercemar oleh tinja manusia.
Serangkaian proses pengolahan (water treatment) perlu dilakukan untuk mendapatkan air sehat. Perusahaan Air Minum (PAM/PDAM) memiliki mekanisme sendiri untuk pengolahan air sehingga siap dimasak tetapi belum siap untuk langsung diminum. Yaitu lewat proses sedimentasi dan filtrasi. Kondisi ini berbeda dengan di negara maju seperti Jepang, Singapura, Amerika, dan Eropa, yang air kerannya bisa langsung diminum (sudah steril) tanpa perlu dimasak.
Proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) lebih panjang lagi. Sterilisasinya menggunakan ozon dan ultra violet. Perusahaan AMDK memiliki standar internasional dalam pengolahan air minum. Dalam hal ini prinsip good manufacturing practice (GMP) dilakukan secara ketat.
Tidak semua air minum dalam kemasan (AMDK) layak dikonsumsi. Bisa saja air tersebut tercemar zat-zat tertentu. Sejumlah tips untuk memilih air minum kemasan yang aman dikonsumsi adalah sebagai berikut:
1). Telitilah penampilan fisik air minum dalam kemasan, masih bagus atau tidak. Pastikan tidak ada semacam lendir di dalamnya yang merupakan indikasi tercemar atau tidaknya sebuah produk air dalam kemasan;
2). Pilihlah produk yang mencatumkan label ingredient. Sebab kita akan mengetahui kandungan-kandungan dalam air kemasan tersebut, misalnya kandungan mineral dan kadar pH-nya.
Meski bergaul, terlibat amat erat setiap hari, tak urung banyak juga rahasia keunggulan
air yang terlewatkan, ternyata sobat lama
kita ini amat banyak khasiatnya.
Ternyata pula, ketergantungan
kita terhadap
air tak sebatas pengusir rasa haus belaka.
Mandi dua kali sehari dan cuci rambut paling telat tiga hari sekali sangat dianjurkan pakar kesehatan
dan kebugaran. Alasannya, sentuhan
air bersih dengan tubuh membuat badan terasa segar
dan bugar kembali. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan; ditambah lagi minum
air putih 8 – 10 gelas sehari. Bahkan
air
juga banyak dimanfaatkan oleh para pemeluk agama
dan aliran kepercayaan, misalnya untuk
air wudhu,
air baptis, sarana mengusir roh jahat, dll.
Sejak ratusan tahun sebelum Masehi bangsa Rowawi sudah mengenal khasiat mandi, entah mandi susu atau berendam di kolam
air bersih
yang dilengkapi pancuran
dan wewangian. Tujuannya agar tubuh bersih, sehat,
dan wangi.
Spa
yang
kita kenal sekarang tak cuma dihubungkan dengan
air, melainkan
juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa-badan, serta kebugaran,
yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami seperti perawatan wajah
dan tubuh dengan aromaterapi, mandi rempah, body scrub, body wrap, pengaturan gizi, yoga, meditasi. Namun konsep Spa itu sendiri asal-muasalnya hanya berkaitan dengan
air. Istilah “spa” diambil dari bahasa Yunani sante par aqua, artinya kesehatan melalui terapi
air.
Di Eropa budaya spa sudah berkembang pada abad XVII. Pada masa itu sudah banyak orang berlibur untuk mencari sumber
air mineral guna menanggulangi gangguan kesehatan. Tak usah jauh-jauh, di daerah Kesultanan Yogyakarta
juga masih terlihat peninggalan permandian Taman Sari tempat para putri Keraton mandi untuk membersihkan diri
agar terlihat lebih cantik.
Air untuk Kesuburan
Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan
air dingin, peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Ditambahkan lagi bahwa mandi dengan
air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh
serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan
air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria
serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian kesuburan
serta kegairahan seksual
pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat
dan kuat, tak mudah retak.
Air
juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan, dll.
Kini malah pelbagai macam pengobatan alternatif ditawarkan dengan cara kungkum (berendam) di dalam
air mengandung magnet, kadar garam tinggi, belerang atau zat kimia lain
yang bisa meningkatkan kesehatan.
Katakanlah Ciater, sekitar 32 km utara Bandung, sudah lama dikenal masyarakat sebagai daerah wisata sejuk dengan daya tarik tambahan,
air panas alami. Mereka meyakini,
air panas alami di sana dapat membantu mengobati penyakit. Memang, berdasarkan penelitian,
air panas Ciater mengandung bahan mineral aluminium cukup tinggi. Menurut klasifikasi balneologi (ilmu
yang mempelajari khasiat terapi mandi),
air panas Ciater termasuk dalam kategori calcium magnesium chloride sulfate thermomineral hypertherma dengan kandungan aluminium tinggi(38,5%)
serta pH sangat asam (2,45).
Selain untuk pengobatan kulit,
air Ciater efektif untuk pengobatan kelumpuhan, misalnya karena stroke. Pasalnya, bisa membantu memperkuat kembali otot-otot
dan ligamen
serta memperlancar sistem peredaran darah
dan sistem pernapasan. Efek hidrostatik
dan hidrodinamik
air Ciater membantu menopang berat badan saat latihan berjalan. Sedangkan efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah
dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri
serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat
dan sulfat dalam
air Ciater, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit. Maklum saja, karena lingkungan
yang sangat asam kuman-kuman akan mati.
Di Laut Mati,
yang kadar garamnya paling tinggi sedunia, wisatawan
pun dianjurkan berendam untuk menyembuhkan pelbagai macam penyakit. Entah sampai di mana khasiatnya belum diteliti dengan jelas.
Cipratan
air mancur pada tubuh
pun akan terasa seperti pijatan, sehingga tubuh akan merasa lebih relaks. Para pakar pengobatan alternatif bahkan menyatakan, bersentuhan dengan
air mancur, berjalan-jalan di sekitar
air terjun, atau sungai
dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif
yang timbul karena butiran-butiran
air
yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit,
serta membantu menyerap
dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman paket oksigen ke dalam sel
dan jaringan. Mandi menggunakan shower di rumah
pun mempunyai efek menghasilkan ion negatif.
Di negara maju terapi
air
juga sudah banyak dilakukan. Dua pakar asal Jerman, Vincenz Priesnitz
dan Pastor Sebastian Kneipp, memanfaatkan
air hangat
dan dingin. Semula pasien dimasukkan ke dalam bak
air hangat
agar berkeringat, kemudian dipindah ke bak
air dingin, lalu diminta pula untuk berjalan-jalan sebentar
agar berkeringat lagi. Terakhir, pasien mandi lagi dengan
air dingin. Pertukaran suhu dari panas ke dingin inilah
yang menjadi kunci rahasia pengobatan ini. Manfaatnya untuk menstabilkan kerja jantung
dan peredaran darah.
Cara serupa sebenarnya
juga sudah banyak dianjurkan oleh ahli pengobatan alternatif di Indonesia. Caranya, mandi atau menyiram tubuh dengan
air hangat, kemudian berendam sebentar dalam
air dingin (bersuhu 18oC). Bahkan konon terapi ini bisa meningkatkan kesuburan pria maupun wanita.
Ketegangan otot
pun bisa dijinakkan dengan mandi
air hangat bersuhu sekitar 37oC. Selagi kaki terasa pegal
kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan
air hangat dicampur sedikit garam, maka pegal
pun sirna.
Ada lagi terapi unik, gabungan antara terapi
air
dan bunyi. Liquid sound, dipraktikkan di Klinik Bad Sulza, Rhuringen, Jerman. Caranya, dengan kedua tangan disilangkan di belakang, tubuh pasien diapungkan di permukaan
air kolam dalam posisi telentang. Tubuhnya bisa terapung seperti di Laut Mati karena
air kolam tersebut mengandung garam 3%.
Dalam posisi seperti itu telinga pasien
yang terendam di dalam
air bisa mendengar dengan jelas alunan musik
yang mengalun lewat beberapa pengeras suara,
yang dipasang di dasar kolam. Jenis musiknya atas pilihan pasien, kebanyakan
yang lembut sehingga bisa menenangkan. Konon sehabis berendam, badan terasa enteng
dan segar. Pikiran
pun bertambah terang.
Banyak minum Tubuh
pun Bugar
Khasiat
air tak berhenti pada soal mandi atau berendam saja. Tidak kalah penting khasiat
air putih bila diminum. Selain makanan,
air sangat diperlukan oleh tubuh
kita. Seseorang
yang kekurangan makan masih dapat bertahan sampai beberapa hari, tapi kekurangan
air bisa berakibat fatal, karena
air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia.
Dalam tubuh seorang pria dengan berat rata-rata 70 kg, menurut Dr. Elvina Karyadi, MSc, ahli gizi, kandungan
air di dalam tubuhnya kira-kira 45 l. (Pada wanita, kandungan airnya sedikit lebih rendah sebab komposisi lemak tubuhnya lebih besar.) Dari total kandungan
air 45 l di atas, sekitar 30 l terdapat dalam sel tubuh
kita (intraseluler) sedangkan 15 l berada di luar sel (ektraseluler).
Yang termasuk
air di luar sel adalah
air dalam cairan otak, cairan mata
dan hidung, termasuk
juga cairan pada saluran pencernaan.
Menurut sumber lain, kandungan air dalam otak 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang 22%, dan darah 90%. Bila kandungan air dalam masing-masing organ tersebut tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air dalam tubuh kita.
Untunglah tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 – 2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Betapa penting asupan air setiap hari, juga bisa dilihat dari banyaknya air yang pasti dikeluarkan dari tubuh setiap hari melalui beberapa mekanisme. Ada yang melalui air seni, tinja, keringat, dan juga melalui saluran pernapasan.
Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 l/hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan airnya sekitar 60 – 90% bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 l, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitarnya.
Tubuh kita akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan pengisian kurang cepat dilaksanakan. Jelas, karena ada hubungan yang sangat erat antara kualitas dan kandungan air dalam tubuh dengan respons tubuh kita.
Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling sedikit 1 l lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.
Semakin banyak kita melakukan aktivitas, air akan lebih banyak terkuras dari tubuh. Apalagi orang yang tinggal di negara tropis di mana energi yang dikeluarkan lebih banyak. Sebab itu, para pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus. Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!
Itu artinya, bekerja di ruang ber-AC pun menuntut kita untuk minum lebih banyak, sekalipun tidak merasa haus. Sebab, di ruangan ber-AC kita akan lebih cepat mengalami dehidrasi. Bahwa banyak minum akan membantu kulit tidak cepat kering penting diperhatikan tak hanya oleh mereka yang sehari-hari bekerja di ruang ber-AC, namun juga oleh mereka yang bekerja dalam ruangan yang suhunya tidak tetap. Suhu naik turun menyebabkan kelembapan ruangan juga tidak menentu. Dengan minum air akan membantu menetralisasikan pengaruh perubahan tersebut.
Air putih juga bersifat “menghanyutkan” kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang; tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.
Menyadari betapa air amat menunjang kebugaran, kesehatan dan kecantikan tubuh, tak ada salahnya kita memelihara persahabatan dengan sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya, mari manfaatkan sebaik-baiknya.
Banyak orang beranggapan bahwa dehidrasi merupakan hal biasa dimana tubuh seseorang itu mengalami kekurangan cairan tubuh sehingga dapat dengan mudah digantikan dengan minum cairan, yang sebenarnya tidak membantu mengatasi masalah dehidrasi itu sendiri. Sebagian orang beranggapan bahwa dehidrasi itu muncul hanya pada saat menderita diare, padahal dehidrasi merupakan keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik.
Pola hidup dan pekerjaan yang padat membuat tubuh kita sangat rentan terhadap dehidrasi, kita baru sadar apabila muncul gejala parah dan membutuhkan pertolongan yang serius.
Dehidrasi sekalipun kategorinya ringan sedapat mungkin dihindarkan. Tanyalah pada diri Anda sendiri, kapan terkhir buang air kecil? Jika jawabannya enam atau delapan jam yang lalu, waspadalah, tubuh Anda mungkin mengalami dehidrasi. Bagi orang yang masih muda mungkin tidak mendatangkan begitu banyak masalah, karena tubuh sedikit banyak bisa langsung menyesuaikan diri jika kekurangan cairan, akan tetapi perlu diingat, jika hal ini diabaikan dan berlangsung secara terus menerus, maka akibat yang fatal bakal dirasakan. Bagi bayi dan lanjut usia, air yang hilang dari tubuh harus segera diganti dan jangan sampai menunggu rasa haus itu datang.
Pada sebagian orang, ketika sedang diare mereka lebih mementingkan obat daripada mengusahakan memberi cairan yang cukup bagi tubuh. Apabila diare terjadi berulang kali maka akan mengakibatkan tubuh kekurangan banyak cairan bahkan sejumlah mineral penting (elektrolit) seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Oleh karena itu usahakan untuk memperbanyak minum air putih dan tidak hanya mengandalkan obat saja.
Tanda-tanda dehidrasi
Rasa haus merupakan tanda awal dari dehidrasi, tetapi perlu diingat bahwa dehidrasi dapat terjadi sebelum rasa haus itu datang. Gejala umum dehidrasi yang biasanya timbul adalah:
Mulut kering
Dahaga
Tekanan darah rendah
Detak jantung berjalan cepat
Merasa sakit kepala dan pusing
Produksi urine sedikit, berwarna gelap dan berbau tajam
Kurang konsentrasi
Jika keadaan ini berlanjut, maka kita akan merasa lebih sakit karena seluruh organ-organ tubuh terkena pengaruh dari gejala dehidrasi ini.
Berikut ini adalah tingkatan dehidrasi:
1.Dehidrasi ringan, gejalanya adalah:
Kulit wajah tampak memerah
Rasa haus yang begitu besar
Kulit hangat dan kering
Tidak buang air kecil atau volume urine berkurang dengan warna gelap
Pusing dan tubuh merasa lemah
Mengantuk
Mulut dan lidah terasa kering disertai berkurangnya air liur
2. Dehidrasi sedang, gejalanya adalah:
Tekanan darah menurun
Pingsan
Kontraksi yang kuat pada otot, lengan, kaki, perut dan punggung
Kejang
Perut kembung
Gagal jantung
Ubun-ubun cekung
Denyut nadi cepat dan lemah
3. Dehidrasi berat, gejalanya adalah:
Berkurangnya kesadaran dan tidak buang air kecil
Tangan dan kaki terasa dingin dan lembab
Denyut nadi yang semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
Tekanan darah yang menurun hingga tidak dapat diukur
Kebiruan pada ujung kuku, mulut, dan lidah
Berbagai gejala ini, jika tidak segera ditangani maka akan dapat mengancam jiwa.
Tips mencegah dehidrasi
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering lupa bahwa betapa besar manfaat dari air yang kita gunakan sehari-hari. Agar terbiasa minum air putih dalam jumlah yang disarankan (minimal 8 gelas setiap hari), siasati dengan menyiapkan air di meja kerja. Jika minum air terasa kembung, minumlah pada saat haus tetapi dalam jumlah yang banyak. Pada saat makan, awali dengan minum air putih agar pencernaan kita bekerja dengan baik. Ketika kita sedang olahraga, jangan lupa untuk selalu membawa air dalam kemasan dalam jumlah yang banyak. Jika ingin merasakan segarnya air, cobalah untuk minum air dari kendi, pasti akan terasa segarnya.
Ada banyak cara untuk menghemat penggunaan air dan kesemuanya dimulai dari diri kita masing-masing.
1. Ketika mencuci piring-piring dengan tangan, jangan biarkan air mengucur bila membilas. Isilah satu bak cuci piring dengan air untuk membilas di bak yang satunya.
2. Cek sistem penyiram air secara teratur dan aturlah penyiram supaya hanya halaman rumput Anda yang tersiram bukan rumah, tempat pejalan kaki, atau jalan.
3. Jalankan mesin cuci dan mesin pencuci piring Anda hanya ketika keduanya penuh dan Anda dapat menghemat 1.000 galon air sebulan.
4. Simpanlah satu pitcher air di lemari es daripada Anda mengambil air dingin lewat kran supaya Anda tidak menyia-nyiakan setiap tetesan air.
5. Selalu menyirami ketika pagi hari, ketika suhu sejuk, untuk mengurangi penguapan.
6. Cucilah barang Anda di bak cuci piring atau ember yang sudah terisi air daripada Anda mencuci di kran yang mengalir.
7. Gunakan lapisan jerami/mulsa (bahan organik) sekitar tanaman untuk mengurangi penguapan dan menghemat ratusan galon air per tahun.
8. Gunakan sapu daripada menggunakan penyemprot air guna membersihkan jalan mobil atau tempat pejalan kaki dan menghemat lebih dari 80 galon air setiap waktu.
9. Kumpulkan air yang Anda gunakan untuk membilas produk Anda dan gunakan lagi untuk menyiram tanaman di rumah.
10. Siramlah halaman rumput Anda dalam beberapa waktu yang berdekatan daripada dalam jangka waktu yang lama. Hal ini lebih memudahkan air untuk terserap.
11. Kita harus lebih sering memperhatikan kebocoran kran di dalam rumah, tapi jangan lupa juga untuk mengecek kran di luar rumah, pipa dan selang-selang karet dari kebocoran.
12. Beri batasan waktu bila Anda mandi di pancuran kurang dari 5 menit. Anda akan menghemat air lebih dari 1.000 galon per bulan.
13. Aturlah mesin pemotong rumput Anda dalam setting yang tinggi. Rumput yang panjang akan mengurangi kehilangan air akibat penguapan.
14. Kumpulkan dan gunakan air hujan untuk menyirami kebun Anda.
15. Pilihlah satu gelas untuk tempat minum Anda setiap hari. Hal ini akan mengurangi jumlah penggunaan mesin pencuci piring Anda.
16. Daripada menggunakan selang plastik untuk menghilangkan cat, oli motor, dan pestisida, buanglah hal-hal tersebut secara tepat dengan mendaur ulang atau membuangnya di tempat pembuangan barang-barang berbahaya.
17. Jangan menggunakan air kran untuk mencairkan makanan beku.
18. Sebelum Anda mandi pasanglah kepala pancuran dengan pancaran rendah. Barang itu tidak mahal, mudah dipasang dan dapat menghemat pengeluaran air keluarga lebih dari 500 galon per minggu.
19. Rendamlah periuk dan panci Anda daripada Anda mengucurkan air untuk membersihkannya dari kerak.
20. Hindari pemasangan ornamen yang menggunakan air (air mancur, kolam, dll) kecuali air itu didaur ulang.
21. Manfaatkan tempat pencucian mobil komersial yang mendaur ulang air.
22. Jangan membeli mainan yang menggunakan air mengalir.
23. Matikan air ketika gosok gigi dan Anda menghemat air 4 galon per menit. Itu sama dengan 200 galon seminggu untuk keluarga berjumlah 4 orang.
24. Doronglah sistem sekolah Anda dan pemerintah daerah untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan etika konservasi air bagi anak-anak dan orang dewasa.
25. Pastikan tutup kloset Anda dalam keadaan tertutup setelah menyiram.
26. Potonglah halaman rumput Anda kadang-kadang bila mungkin. Pemotongan rumput akan menambah stres halaman rumput Anda dan hal itu menyebabkan halaman rumput membutuhkan lebih banyak air.
27. Jangan menggunakan semprotan air untuk pendinginan atau untuk bermain. Menggunakan air dengan selang atau semprotan membuang bergalon-galon air.
28. Mandikan anak-anak Anda bersama-sama.
29. Letakkan pancuran air atau saluran pembuangan air ke arah semak-semak atau pohon-pohon.
30. Pakailah pipa semprot pada selang dan matikan air ketika Anda mencuci mobil Anda dan Anda akan menghemat air lebih dari 1.000 galon.
31. Biarkan cabang-cabang rendah pada pepohonan dan semak-semak dan biarkan sampah dedaunan menumpuk di tanah. Hal ini menjaga tanah supaya tetap sejuk dan mengurangi penguapan.
32. Mulailah membuat kompos dari gundukan sampah. Gunakan kompos ketika Anda menanam dan tambahkan air untuk mengikat bahan organik di tanah.
33. Dengarkan tetesan air di kran dan kamar mandi yang mengalir sendiri. Memperbaiki kebocoran dapat menghemat 500 galon per bulan.
34. Mandikan binatang peliharaan Anda di luar rumah di area yang membutuhkan air.
35. Pilihlah alat-alat pengumpul air yang baru seperti mesin cuci yang dapat menghemat lebih dari 20 galon setiap kali pemakaian.
36. Angin-anginkan halaman rumput Anda. Lubangi halaman rumput Anda kira-kira sedalam 6 inch sehingga air dapat meresap ke akar daripada mengalir di permukaan.
37. Matikan air bila Anda sedang bercukur dan keramas dan Anda akan menghemat air lebih dari 150 galon per minggu.
38. Pasanglah sebuah toilet dam atau botol yang berisi air di tangki toilet Anda untuk mengurangi jumlah penggunaan air setiap penyiraman atau pasanglah tangki toilet volume terbatas.
39. Berilah saran-saran kepada pegawai Anda untuk menghemat air (menghemat uang) di tempat kerja.
40. Menanamlah pada musim hujan dimana air sedikit dibutuhkan.
Kebutuhan air pada setiap orang sangatlah berbeda-beda, bergantung dari beberapa faktor, misalnya: aktivitas, usia, berat badan, tinggi badan, serta kondisi lingkungan di mana kita berada. Air memiliki kegunaan yang luar biasa bagi tubuh.
Beberapa fungsi air dalam peranannya di dalam tubuh kita yaitu:
1. Air sebagai pengatur suhu tubuh
Kondisi tubuh akan menurun ketika kandungan air yang ada di dalam tubuh menurun. Bila tubuh kekurangan air maka suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. Jika kita berada pada daerah atau tempat yang suhunya panas, maka tubuh kita akan membutuhkan air yang cukup. Pada tempat yang panas seperti itu, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat untuk menormalkan suhu tubuh. Begitu juga ketika di ruang ber-AC, kita dianjurkan untuk minum lebih banyak, karena udara AC akan membuat tubuh mengalami dehidrasi dan kulit menjadi kering.
2. Air berguna untuk melancarkan darah
Seperti yang kita ketahui, darah dalam tubuh kita terdiri dari 90% air. Bisa dibayangkan bila tubuh kita kekurangan air maka darah menjadi lebih kental. Pengentalan darah membuat persediaan oksigen yang diantarkan ke otak berkurang dan memungkinkan terjadinya stroke. Pengentalan darah juga akan merusak fungsi ginjal karena ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring darah. Bahkan lebih parah lagi, bisa memicu terjadinya kanker usus besar akibat sisa-sisa makanan pada usus besar mengeras.
3. Air dapat menyehatkan dan menghaluskan kulit tubuh
Ketika kita jarang minum air, tubuh akan menyerap kandungan air di dalam kulit sehingga kulit akan menjadi tampak kering, kusam, kasar, berkerut, dan tidak segar. Kulit bukan hanya sekadar selubung yang membalut seluruh tubuh, tetapi juga organ vital yang sangat kuat.
Melalui kulit kotoran-kotoran dari dalam tubuh kita dikeluarkan. Bila pori-pori kulit tersebut tertutup oleh partikel atau minyak kotor berukuran kecil (yang dihasilkan oleh tubuh kita) maka proses pembuangan menjadi menjadi terhalang atau terlambat akibatnya di kulit muncul jerawat serta bintik hitam. Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air di dalam tubuh perlu untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elasistas kulit.
4. Air memperlancar fungsi pencernaan
Peran air di dalam tubuh sangatlah besar, karena air akan membantu sistem pencernaan di dalam tubuh. Dengan mengonsumsi air yang cukup akan membantu kerja organ-organ pencernaan, seperti usus besar yang berfungsi untuk mencegah konstipasi (susah buang air besar). Hal ini disebabkan karena gerakan-gerakan usus menjadi lebih lancar, dan feses pun dikeluarkan dengan lebih lancar.
5. Air membantu pernapasan tubuh
Organ tubuh kita yang berfungsi dalam pernapasan adalah paru-paru.
Paru-paru di dalam tubuh manusia harus selalu basah dalam melakukan tugasnya, dikarenakan untuk memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompakan karbondioksida keluar dari tubuh. Paru-paru kita sangat membutuhkan air, ini bisa dibuktikan dengan cara menghembuskan napas ke kaca, dimana kita akan melihat uap air yang keluar lewat napas dan terlihat dalam bentuk embun yang menempel pada kaca.
6. Air sebagai pelumas sendi dan otot
Air yang cukup di dalam tubuh akan melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot. Orang-orang yang beraktivitas tinggi, seperti olahragawan misalnya, sangat rawan mengalami cedera pada tulang sendi dan juga otot-ototnya. Oleh karenanya, air sangat dibutuhkan bagi olahragawan karena mereka mempunyai aktivitas tinggi. Untuk itulah, mengonsumsi air selama beraktivitas berguna untuk meminimalisasi risiko kejang otot. Perlu kita ketahui, jika otot-otot tubuh kekurangan cairan, maka otot-otot tubuh akan mengempis, sehingga otot-otot tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik karena kekurangan cairan.
7. Air sebagai media untuk pemulihan kondisi tubuh
Ketika sedang sakit, demam misalnya, cairan yang keluar dari dalam tubuh akan lebih banyak, maka sebaiknya dianjurkan untuk mengonsumsi air
minum lebih banyak dari biasanya dikarenakan air berfungsi untuk menggantikan cairan yang telah terbuang dari dalam tubuh. Ketika sakit suhu tubuh juga meningkat. Meningkatnya suhu tubuh adalah reaksi yang normal, karena ini adalah bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dalam menghadapi masuknya benda-benda asing seperti bakteri atau virus.
Demam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, kerusakan otak, dan juga kerusakan jantung. Itulah sebabnya mengapa orang sakit dianjurkan untuk selalu banyak minum air untuk membantu proses penyembuhan.
8. Air untuk kesuburan
Meningkatnya hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita menunjukkan tingkat kesuburan dan kesehatan seseorang, ini bisa terjadi bila kita mandi dengan air dingin. Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya akan lancar atau membaik sehingga tubuh akan menjadi lebih segar. Mandi dengan air dingin juga akan meningkatkan produksi sel darah putih sehingga akan meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Seperti telah disebutkan di atas mandi pagi dengan menggunakan air dingin dapat meningkatkan hormon estrogen dan testosterone, dengan demikian kesuburan dan gairah seksual pun akan meningkat.
Sumber: Yolanda Amirta. Sehat murah dengan air. Hal: 67-79
BERLIN, KAMIS – Permukaan laut diperkirakan akan naik setinggi satu meter pada akhir abad ke-21. Demikian laporan yang dilansir sebuah lembaga riset terkemuka Jerman Kamis (10/10). Menurut lembaga itu, kenaikan ini jauh lebih tinggi ketimbang proyeksi paling optimis yang disampaikan panel iklim PBB, IPCC (Intergovernmental Panel for Clomate Change).
“Kita sebaiknya bersiap-siap dalam menghadapi naiknya permukaan laut setinggi satu meter pada abad ini,” kata Joachim Schellnhuber, kepala Institut Postdam bagi Riset Dampak Iklim (PIK), yang memberikan nasehat kepada pemerintah dalam kebijakan lingkungan.
Tingkat pencairan es di Himalaya dan Greenland telah meningkat menjadi dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dalam beberapa tahun belakangan ini. Sebagian karena faktor naiknya emisi gas rumah kaca dari berbagai pembangkit listrik China.
Pada Februari 2007, dalam volume pertama laporan bersejarahnya, IPCC meramalkan kenaikan permukaan berbagai samudera antara 19 sentimeter hingga 59 sentimeter pada 2100. Kenaikan permukaan laut satu meter saja boleh jadi akan membuat pulau-pulau di Samudera Pasifik yang letaknya rendah, seperti Tuvalu, akan terendam, dan banjir besar akan menggenangi Bangladesh dan mengancam kota-kota, dari New York hingga Buenos Aires.
Komentar Terakhir