Dibalik Kelezatan Mi Instan…
Siapa yang tidak suka mengkonsumsi mi instan? Menurut sebuah survey, mi instan adalah jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Konsumsi mi instan bisa mencapai lebih dari 43 triliun setiap tahunnya.
Kegemaran makan mi instan karena rasanya gurih dan lezat serta penyajiannya yang praktis dan mudah disiapkan. Hanya dalam beberapa menit, mi instant yang lezat siap disantap.
Meskipun digolongkan dalam jenis makanan pokok, ternyata mi instan belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Karena itu, sebenarnya mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food).
Mi instan yang berbahan dasar terigu sebenarnya kaya akan karbohidrat, tetapi kandungan protein, vitamin dan mineralnya hanya sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan gizi mi instan, sebaiknya ditambahkan sayuran seperti wortel, sawi, tomat, kol atau tauge. Sedangkan untuk proteinnya dapat ditambah telur, daging, ikan atau tahu.
Mi instan merupakan makanan cepat saji yang menyumbangkan cukup energi bagi tubuh kita. Satu takaran saji mi instant ukuran 80gr dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2000 kkal), dengan energi yang berasal dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal.
Salah satu kelebihan dari mi instant adalah keragaman rasa yang ditawarkan dari produsen, yang ditimbulkan oleh jenis bumbu yang ditambahkan seperti citarasa ayam, soto, kari ayam atau ayam bawang.
Namun dibalik kelezatannya, mi instan memiliki kandungan natrium yang tinggi, yang berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang biasa digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mi instan per takaran saji.
Bagi penderita maag dan hipertensi, mengkonsumsi natrium dalam jumlah banyak bisa membahayakan kesehatan. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih.
Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.
Bagi penderita obesitas yang memiliki kebiasaan menkonsumsi mi instan juga patut waspada. Karena kandungan minyak dalam mi instant dapat mencapai 30% dari bobot kering. Untuk yang sedang menjalani program penurunan berat badan, konsumsi mi instan sebaiknya dihindari.
Dikutip dari: http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=2761&sub=health&awal=310&page=32
Foto: www.jeelife.com/ www.sivacracy.net
download tulisan di sini
Bit kaya karbohidrat yang mudah menjadi energi serta zat besi yang membantu darah mengangkut oksigen ke otak. Bit berwarna merah, warna ini disebabkan oleh gabungan pigmen ungu betasianin dan pigmen kuning betasantin. Kandungan bit: asam folat (menumbuhkan dan mengganti sel-sel yang rusak) 34%, kalium (memperlancar keseimbangan cairan di dalam tubuh) 14,8%, serat 13,6%, vitamin C (menumbuhkan jaringan dan menormalkan saluran darah) 10,2%, magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) 9,8%, triptofan 1,4%, zat besi (metabolisme energi dan sistem kekebalan tubuh) 7,4%, tembaga (membentuk sel darah merah) 6,5%, fosfor (memperkuat tulang) 6,5%, caumarin (mencegah tumor), dan betasianin (mencegah kanker).
BATU yang berukuran sangat kecil yang bercokol di dalam salah satu ginjal Anda cukup untuk membuat Anda bukan hanya terjaga semalaman. Namun juga menangis menahan sakit sampai mendapat pertolongan dokter.
Siapa yang tidak tahu tempe ? Jangan rendah diri kalau kita setiap hari menyajikan tempe. Banyak penelitian mutakhir menyimpulkan kedelai dan tempe kaya akan zat pelawan penuaan sel, stroke, serangan jantung hingga kanker. Tak heran jika di Barat orang dihimbau agar lebih banyak makan tempe maupun kedelai. Nah, mengapa kita disini justru makin meninggalkannya ?
Lapar’ adalah rangsangan biologis untuk memastikan anda cukup makan, sedangkan para peneliti mengatakan bahwa nafsu makan lebih ke arah pilihan yang kita buat berdasarkan keinginan yang lebih dikendalikan.
Berikut ini adalah daftar aroma yang diusulkan oleh ahli aromaterapi , Woorwood dalam bukunya “The Fragant Mind”. Pendekatan aromaterapi bukanlah satu-satunya jawaban namun memang dapat berpengaruh positif pada mental, berdasarkan sejumlah pengalaman.
Selama ini, pola makan yang tidak teratur selalu dituding sebagai penyebab utama penyakit maag. Namun, ternyata segala sakit yang berasal dari perut bisa jadi dipicu oleh pengaruh pikiran, terutama maag.
Sering merasa tenggorokan anda sakit ketika menelan? Bisa jadi itu gejala radang tenggorokan. Meskipun kelihatannya sepele, jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi,seperti demam.
Komentar Terakhir