Payday loans
payday loans

Obat Alami: Bekatul (Rice Bran)

bekatul-300x205Bekatul atau rice bran selama ini hanya digunakan sebagai pakan ternak. Belum banyak yang mengetahui bahwa lapisan luar dari beras hasil penggilingan padi ini mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Bekatul dapat diperoleh sebanyak 10 persen dari hasil penggilingan padi, yang terdiri dari lapisan aleurone beras (rice kernel), endosperm, dan germ.

Bekatul mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15), inositol, fitat, asam ferulat, gama orizanol, fitosterol, tokotrienol, asam amino, asam lemak tak jenuh, dan serat. Manfaat kandungan-kandungan tersebut:

  1. Vitamin B3: membantu melepaskan energi dari makanan serta mempertahankan kesehatan sistem susunan syaraf dan kesehatan rambut.
  2. Vitamin B5: membantu melepaskan energi dari makanan, mempertahankan kesehatan jaringan dan rambut.
  3. Vitamin B6: membantu melepaskan energi dari makanan, membantu pembentukan sel darah merah serta mempertahankan kesehatan sistem syaraf.
  4. Vitamin B15: menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh.
  5. Inositol: transduksi sinyal insulin, penggabungan cytoskeleton, pengendalian syaraf, pengendalian konsentrasi kalsium dalam sel, pemeliharaan membran sel, modulasi aktivitas serotonin, penghancur lemak, mengurangi kadar kolesterol dalam darah, penanda plasma sifat keturunan, pencegah bulimia, kepanikan dan depresi serta perawatan kanker jika digabung dengan asam phytic. Inositol juga berfungsi untuk mengkontraksikan otot dengan lebih efisien serta mengefektifkan penggunaan lemak tubuh sebagai bahan bakar latihan.
  6. Asam ferulat: menurunkan tekanan darah dan lemak darah.
  7. Gama orizanol: menurunkan kolesterol, mencegah arteriocklerosis, dan menghambat waktu menoupause.
  8. Fitosterol: menurunkan kadar kolesterol darah dan memperbaiki regulasi kolesterol darah pada tingkat normal.
  9. Tokotrienol: antioksidan.

Bekatul dapat mencegah/menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

  1. Kencing manis (diabetes mellitus).
  2. Tekanan darah tinggi (hypertensi).
  3. Kadar kolesterol tinggi (hypercholesterolaemi).
  4. Pengapuran pembuluh darah (arteriosclerosis).
  5. Serangan jantung karena penyumbatan (heart infarct).
  6. Gangguan aliran pembuluh darah jantung (coronair insufficiency).
  7. Asma (asthma bronchiale).
  8. Menurunnya fungsi hati (cirrhosis hepatis).
  9. Encok (rheumatic).
  10. Menurunnya gairah seks laki-laki.
  11. Kepala sering sakit/pusing.
  12. Jantung sering berdebar dan extrasystole.
  13. Rasa pegal pada otot.
  14. Gangguan pencernaan.
  15. Konstipasi (sembelit/susah buang air besar).
  16. Menurunnya daya tahan fisik (ausdauer).
  17. Kanker usus besar (colon).
  18. Penyakit kelenjar gondok yang bekerja berlebihan (basedov hyperthroid)
  19. Penuaan dini.
  20. Kegemukan (obesitas).
  21. Kista Ovarium.

Cara Pemakaian:

  • Untuk menjaga kesehatan atau stamina: 2 sendok makan sehari (pagi dan sore) atau sekaligus 2 sendok makan pagi hari. Campur dengan 1 gelas air minum hangat.
  • Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2×1 sendok makan tiap pagi dan sore. Bila perlu dosis dapat ditambah 3×1 sendok makan tiap pagi, siang dan sore atau 2×2 sendok makan tiap pagi dan sore, atau 3×2 sendok makan tiap pagi, siang, dan sore.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

Buah Apel Bermanfaat Pertahankan Daya Ingat

apple_kecilBagi para penggemar apel, ada berita baik buat Anda. Bila Anda mengkonsumsi 2-3 buah apel sehari, atau cukup minum jusnya, maka hal ini dapat membantu otak untuk tetap dapat berfungsi dengan baik, khususnya untuk mempertahankan daya ingat Anda dan membuat Anda tidak pelupa.

Apel yang mengandung senyawa antioksida, yaitu vitamin C dan kuersetin (quercetin) mampu mencegah kerusakan memori dan fungsi otak yang disebabkan stress oksidatif.

Apakah itu stress oksidatif? Stress jenis ini   bukanlah stress karena pikiran, tetapi merupakan suatu kondisi keterbatasan asupan antioksidan.  Hal ini membuat tubuh tidak mampu menetralkan radikal bebas yang juga menjadi pemicu sederet penyakit, mulai dari katarak hingga kanker.

Foto: freephoto.com

Sumber http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=1903&sub=health&awal=350&page=36

Kategori:Kesehatan Tag

Seni Mengajar Bayi Anda Berbicara

babytalk_kecil2Setiap anak memiliki berbagai cara untuk menjadi pintar. Anak-anak akan belajar secara alami. Anda, sebagai orang tua, merupakan guru bagi mereka. Anda merupakan guru yang pertama dan terpenting bagi anak-anak anda.

Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengajar anak anda dapat berbicara :

1. Memperkenalkan Nama Benda
Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh yang lain.

Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada nama-nama benda di sekitarnya, seperti bola, meja, kursi, kotak, dan lain-lain.

Perkenalkan pula si kecil pada pohon, mobil, kucing, anjing dan aneka objek di luar rumah.

2. Memperkenalkan Kata yang Benar
Hindari penggunaan kata-kata yang dipermudah atau dicadel-cadelkan, seperti ”mamam” untuk makan, ”mimik” untuk minum, atau lainnya. Gunakan kata-kata yang benar, karena ini membantu bayi memahami kata-kata dengan benar.

3. Mengulangi Kata-Kata

Agar bayi mampu mengingat lebih tajam segala sesuatu yang diperkenalkan kepadanya, sebaiknya kata-kata yang diperkenalkan selalu diulang-ulang. Misal, ”Pintar, makannya sudah habis. Haaabiiis.”

4. Hati-hati Memperbaiki
Kekeliruan berbahasa karena keterbatasan artikulasi pada bayi bisa diperbaiki secara hati-hati. Ungkapan ”bil!” untuk ”mobil” dapat langsung diperbaiki dengan mengatakan, ”Pintar ! Itu mobil.” Tak perlu mengulang-ulang kesalahan ucapan bayi. Sebetulnya, ia sudah mengetahui ucapan yang seharusnya keluar.

5. Menyanyi
Menyanyi adalah cara mudah untuk ”merekam” beragam kosa kata ke benak bayi. Kelak, begitu mendengar potongan melodi dan irama lagu tersebut, rekaman itu akan keluar dengan sendirinya dari mulut bayi.

6. Memperkenalkan Warna
Warna-warni bisa ditunjukkan sambil memperkenalkan benda dan segala sesuatu di sekitar bayi. Misal, ”Itu balon, Nak. Warnanya merah seperti bajumu.”

7. Membaca Bersama
Perkenalkan bayi pada buku bacaan bergambar yang memiliki kalimat berirama dan sederhana seperti pantun. Ajaklah ia bersama-sama mengucapkan kalimat dan tunjukkan gambar-gambarnya. Misal ”Gajah bermain bola.” Mintalah bayi menunjukkan mana gajah dan mana bola. Lakukanlah ini sesering mungkin. Lama-lama bayi akan akrab dengan kata-kata di buku tersebut dan tertarik untuk belajar lebih banyak lagi.

8. Memacu Respons
Banyak cara memancing bayi agar merespons atau menjawab pertanyaan kita. Misal, memberi berbagai pilihan dan meminta bayi memilih salah satu, ”Mau pakai baju merah atau kuning?”

Atau, bisa juga meminta bayi menunjukkan atau mengambil benda yang kita tanyakan, ”Coba, yang mana boneka Lala ?”

9. Hindari Pemaksaan
Jika bayi tidak mau menjawab, bantulah dengan memberi pilihan. Misal, ”Ari, mau pilih bola atau boneka?” Kalau kata-katanya tetap tak keluar, komentari pilihannya, ”Oh, Ari pilih bola, ya?” Hindari pemaksaan bila bayi tetap tak mau bicara. Bersabar dan teruslah berlatih.

10. Memperkenalkan Konsep
Segala sesuatu di sekitar bayi merupakan hal baru baginya. Nah, kewajiban kitalah mengenalkannya kepada bayi melalui berbagai konsep, seperti konsep panas-dingin, naik-turun, masuk-keluar, kosong-penuh, berdiri-duduk, basah-kering serta besar-kecil. Pengenalan konsep dasar ini bisa dilakukan sesederhana mungkin. Dan, bisa didapat dari peristiwa sehari-hari di sekitar bayi. Misal, saat menggantikan popok, kita bisa memberitahukan padanya, ”Popokmu basah kena pipis. Nah, sekarang Mama ganti dengan popok yang kering.”

11. Menyederhanakan
Arahan yang rumit bisa membingungkan bayi. Jadi, sampaikanlah arahan verbal satu per satu. Misal, ”Tolong ambilkan bola.” Tunggu sampai bayi melakukannya, baru lanjutkan, ”Nah, sekarang berikan pada Mama.” Beri pujian bila tugas itu dilakukan dengan baik agar bayi tahu bahwa yang dilakukannya benar.

12. Menjelaskan Sebab-Akibat
Konsep sebab-akibat juga perlu diperkenalkan, mengingat bayi sedang giat mempelajari segala sesuatu. Kita bisa mulai dengan menjelaskan berbagai fungsi dan sebab-akibat bekerjanya benda di rumah. Misal, tombol lampu. ”Kalau tombol ini Mama tekan ke atas, lampu akan menyala dan ruangan jadi terang. Tetapi kalau ditekan ke bawah, lampu padam dan ruangan jadi gelap.”

Tentu saja, tak cuma benda mati. Sebab-akibat pada perasaan orang juga bisa diperkenalkan. Contoh, ”Mama sedih kalau kamu nggak mau makan”. Ini akan mengasah kepekaan bayi.

13. Perkenalkan Kata Ganti
Walau bayi belum bisa menggunakan kata ganti, tak ada salahnya mulai memperkenalkannya. Beritahu pula konsep kepemilikan. Misal, ”Ini kue untuk Adek. Ini untuk kamu,” atau ”Ini punya Mama, yang itu punya kamu.”

14. Memperkenalkan Angka
Ini bukan pelajaran berhitung, melainkan sekedar mengenal angka 1 (satu) dan lainnya sambil bermain. Misal, ”Adik boleh ambil satu kue. Saa-tuu…” (sambil memperlihatkan jari telunjuk kita menunjukkan angka ‘’satu”). Atau, ”Ambil mainan, yang baaa-nyaak.”

Menghafal angka juga sudah bisa dilakukan. Misalnya, sambil naik tangga atau memasukkan mainan ke dalam boks, kita mulai menghitung, ”Satu, dua, tiga…”

Foto: funzu.com

Sumber http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=2139&sub=health&awal=340&page=35

Kategori:Keluarga Tag

Kesemutan

kesemutan_kecilBila kita melipat atau menekuk kaki atau tangan kita dalam satu posisi tertentu dalam waktu yang agak lama, maka kita sering merasa kesemutan. Suatu kondisi yang membuat kita harus meluruskan tangan atau kaki sesaat sampai rasa “kesemutan” ini hilang

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kesemutan? Apa penyebabnya?

Kesemutan merupakan gejala gangguan fungsi saraf. Gangguan ini mungkin akibat kerusakan pada saraf itu sendiri atau karena gangguan aliran darah untuk memberi oksigen dan nutrisi pada sel saraf tersebut atau bisa juga merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Beberapa penyebab kesemutan antara lain :

  1. Cedera pada saraf, misalnya akibat trauma pada punggung atau leher. Contohnya, bila terjadi cedera pada leher, kesemutan mungkin terjadi pada lengan dan tangan. Begitu pula bila terjadi cedera pada punggung, maka kesemutan terjadi pada paha sampai kaki.
  2. Terjadi penyempitan pembuluh darah pada kaki, yang tidak hanya terasa kesemutan saja tapi juga rasa sakit saat berjalan. Penyempitan ini menyebabkan suplai darah yang berkurang.
  3. Terjepitnya saraf tulang belakang.
  4. Kekurangan mineral seperti Kalsium, Natrium dan Kalium.
  5. Kekurangan vitamin B.
  6. Serangan stroke ringan.
  7. Duduk atau berdiri cukup lama pada posisi yang sama.
  8. Akibat dari konsumsi alkohol dan tembakau.
  9. Akibat dari terapi radiasi.
  10. Akibat komplikasi penyakit kencing manis, rendahnya hormon tiroid dan multipel sklerosis.

Cara mengatasi kesemutan tergantung kepada apa penyebabnya. Misalnya, bila disebabkan oleh kurang lancarnya aliran darah akibat posisi duduk atau berdiri yang cukup lama, maka kita bisa menggerakkan perlahan-lahan kaki atau tangan kita.

Bila disebabkan oleh penjepitan saraf tulang belakang, kadang sampai harus dilakukan operasi untuk memperbaiki penyebab penjepitan saraf. Jika kesemutan akibat komplikasi dari Diabetes Melitus maka yang harus diawasi adalah kadar gula dalam darah agar selalu dalam batas normal. Dan kalau penyebabnya karena kekurangan vitamin B, maka harus mengkonsumsi obat yang mengandung vitamin B.

Foto : www.feetforlife.org

Kategori:Kesehatan Tag

Makanan dan Gigi

kesehatangigieating01Beberapa orang mengklaim bahwa beberapa makanan dan zat tertentu membahayakan kesehatan gigi dan mulut, lalu apakah ada makanan yang memang tidak bisa kita makan karena akan menimbulkan masalah pada gigi kita? Memang beberapa makanan mempunyai efek tertentu dalam reaksi terhadap gigi dan mulut. Namun perlu diingat bahwa semua yang terjadi pasti melalui suatu proses.

Seperti halnya membuat makanan (memasak), bukankan memerlukan proses juga? Kadang sebagian dari kita selalu saja mencari kambing hitam dalam masalah-masalah tertentu, seperti halnya coklat (udah saya posting deh rasanya hehe), coklat dianggap merusak gigi, namun kandungan nutrisi dan efek coklat untuk tubuh sangatlah penting. Apakah kita ahrus menjauhi coklat karena ingin gigi kita sehat? kalau seperti ini bisa2 semua makanan ga boleh dimakan yah :)

Sebenarnya tidak ada makanan yang perlu dijauhi untuk mendapatkan gigi dan mulut yang sehat. Semua itu kembali pada proses dan waktu, yang menjadi masalah dalam hal ini adalah sisa-sisa makan yagn masih menempel pada gigi. Sisa makanan yang menempel pada gigi akan bereaksi dengan penghuni mulut kita (enzim, saliva, bakteri, kuman, asam, basa, dll). Reaksi yang terjadi adalah penguraian sisa makanan yang nantinya dapat menyebabkan karies/gigi berlubang, selain itu masalah yang ditimbulkan adalah bau mulut.

Proses terjadinya penguraian makanan atau pembusukan itu memerlukan waktu, jadi sebaiknya kita memotong proses tersebut dengan menggosok gigi dengan teratur. Apabila kita dapat memotong proses tersebut dengan rutin menggosok gigi masalah gigi dan mulut akan berkurang bahkan hilang.

Selain proses cara makan kita juga mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut kita, seperti makan atau minum panas dan dingin secara bersamaan atau dalam rentan waktu yang singkat, saya berisedikit contoh: Seseorang memesan makanan yang panas dan memesan es juga nah porsi makanan seperti itu yang bisa menyebabkan kerusakan pada gigi, sebaiknya makan makanan panas dan air putih saja dulu nanti kalau agak lama baru deh beli esnya :)

Masih banyak yang menanyakan tentang waktu dan cara yang tepat untuk menggosok gigi, waktu yang tepat adalah setelah kita sarapa pagi ( pada saat ini kita sudah memotong proses dan mengilangkan sisa makan seperti yang telah dijelaskan diatas) dan pada malam hari sebelum tidur. Mengapa tidak setelah makan malam? Karena setelah makan malam masih ada rentan waktu sampai kita tidur rentan waktu tersebut kadang kira makan lagi atau ngemil, dan bagi perokok kadang merokok dulu sampai menjelang tidur nah kalau kita menggosok gigi setelah makan malam dan akhirnya makan lagi walaupun sedikit, sama saja kita tidak menggosok gigi. Untuk itu lebih baik menggosok gigi pada malam hari sebelum tidur. karen pada saat mulut tidak beraktifitaslah terjadi proses penguraian makanan/ pembusukan makanan dalam mulut yang nantinya akan menyebabkan karang gigi dan karies.

Sumber: View blog reactions

Kategori:Kesehatan Tag

Mengapa Pencegahan Harus Menjadi Prioritas dalam Hidup?

imagesMendengar kata lanjut usia atau tua, imajinasi kita akan terbawa ke seseorang yang tua renta, keriput, bongkok, berjalan tertatih-tatih, bahkan mungkin terbaring di tempat tidur. Oleh karena itu, banyak di antara kita yang takut untuk menjadi tua. Padahal menjadi tua merupakan realita hidup yang tak bisa ditolak. Tetapi, apakah penuaan organ-organ tubuh dan datangnya berbagai penyakit di masa tua, juga merupakan suatu realita hidup yang tak bisa ditolak?

Ada 2 jenis usia (penuaan): penuaan secara kronologis (usia kalender) dan penuaan biologis. Penuaan kronologis adalah usia yang kita lihat dari kalender, sedang penuaan biologis merupakan proses yang terjadi di dalam tubuh dimana terjadi penurunan fungsi tubuh secara berangsur. Penurunan fungsi ini meliputi anatomi, biokimiawi, keseimbangan hormonal, dll.

Penuaan secara kronologis boleh berjalan terus…
Tapi, penuaan secara biologis, bisakah diperlambat???

Jawabnya bisa! Contohnya adalah di Jepang. Pada tahun 2001, ada 14.330 orang berusia> 100 tahun, dan di Indonesia hanya 330 orang. Saat ini, Jepang memiliki kurang lebih 25.000 orang berusia >100 tahun. Usia harapan hidup penduduk Indonesia pria 65 tahun dan wanita 68 tahun, sedangkan di Jepang usia harapan hidup pria 78 tahun dan wanita 85 tahun.

Hebatnya, para lanjut usia di Jepang sangat sedikit yang menderita penyakit kronis akibat usia tua, seperti jantung koroner dan stroke, kanker, serta kepikunan.

Apa rahasia bangsa Jepang memiliki usia harapan hidup panjang dan sehat? Kuncinya adalah pola hidup sehat dijadikan sebagai sebuah prioritas dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Gaya hidup sehat dengan pola makan sehat dan olah raga teratur tersebut didukung oleh kondisi lingkungan yang menunjang : bersih dan tidak tercemar polusi, serta layanan kesehatan yang memadai.

Bagaimana dengan di Indonesia? Mungkinkah kita bisa mencapai usia harapan hidup yang tinggi dan tetap sehat di hari tua?

Fakta menunjukkan, saat ini derajat kesehatan masyarakat Indonesia semakin memburuk. Semakin hari, semakin sulit untuk mewujudkan harapan hidup sehat berkualitas. Sebaliknya, yang terjadi adalah berbagai penyakit berbahaya yang selama ini menjadi milik usia tua, kini datang di usia muda dan produktif. Menjadi tua sehat bahagia, semakin jauh dari harapan.

  • Data dari Departemen kesehatan menunjukkan, saat ini, 20 juta (sekitar
    10%) penduduk Indonesia menderita penyakit jantung. Dan penyakit ini
    menjadi pembunuh nomor 1 di Indonesia.
  • Jumlah penderita kanker pun meningkat setiap tahun. Yang paling banyak
    dialami penduduk Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim (17%) dan
    kanker payudara (11%), Sisanya kanker kulit, kanker nasofaring, kanker
    hati, paru dan leukimia. Ribuan penderita kanker terutama rahim dan
    payudara yang datang ke RSCM, sekitar 70% dalam stadium lanjut.
  • Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar di dunia dalam jumlah
    penderita Diabetes Mellitus (8,6% dari total penduduk), dengan urutan di
    atasnya India, China dan Amerika Serikat.
  • Demikian juga berbagai penyakit lain seperti stroke, hipertensi, ginjal,
    dll, jumlah penderitanya terus meningkat dan tidak hanya datang di usia
    tua, tetapi juga menyerang usia muda dan produktif.

Mengapa derajat kesehatan masyarakat semakin menurun, dan kecenderungannya akan semakin sulit mendapatkan tingkat kesehatan yang berkualitas?

Mari, kita simak berbagai faktor yang membuat derajat kesehatan kita cenderung memburuk.

  • Gaya Hidup
    Tuntutan hidup di era modern, membuat orang cenderung stres dan mengalokasikan waktu jauh lebih panjang untuk aktivitas sehari-hari. Keadaan seperti ini mengakibatkan orang sulit untuk menjalani gaya hidup sehat: kurang istirahat, kurang olah raga, pola makan yang salah, bahkan muncul kebiasaaan merokok, minum minuman beralkohol, dll.
  • Lingkungan
    Air, tanah maupun udara di Indonesia telah tercemar oleh polusi yang sudah mencapai ambang batas maksimal, sehingga sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat.Kualitas udara kota Jakarta saat ini berada di urutan ke-3 terburuk di dunia setelah Meksiko dan Panama. Komponen terbesar yang menyumbangkan polusi udara adalah asap kendaraan bermotor (80%) dan sisanya industri. Salah satu bahan pencemar udara antara lain timah hitam (Pb) atau timbal, hasil buangan knalpot kendaraan yang menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal. Data Bank Dunia URBAIR menyatakan, dampak pencemaran timbal menimbulkan 350 kasus penyakit jantung dari 62.000 kasus tekanan darah tinggi dengan angka kematian 340 orang per tahun. Sumber radikal bebas lain lain dari lingkungan di sekitar kita seperti asap rokok, radiasi sinar matahari, sinar X, dll.Selain udara, air dan tanah pun tak luput dari pencemaran. Air pun sudah sangat tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga seperti deterjen dan minyak. Demikian juga dengan tanah, kini sudah berbaur dengan limbah, sampah, dll.
  • Layanan Kesehatan
    Layanan kesehatan yang meliputi para ahli, petugas, peralatan di Indonesia masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
  • Genetik
    Seseorang bisa memiliki bakat tertentu, yang merupakan faktor genetik yang diturunkan dari orang tua. Faktor ini berpengaruh terhadap tingkat risiko terkenanya suatu penyakit dan tak bisa diubah. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi tingkat risiko tersebut.

Dengan kondisi demikian, bagaimana kita bisa memperlambat penuaan secara biologis dan menjalani hidup sehat bahagia hingga tua ?

Pencegahan merupakan tindakan yang paling tepat dan bijaksana.
Sekarang saatnya untuk memulai.
Atau Anda akan menyongsong hari tua yang sakit-sakitan.

MENCEGAH berarti menjaga tubuh tetap sehat dengan memastikan 60 triliun sel berfungsi dengan baik.

Tubuh manusia memiliki kurang lebih 60 triliun sel. Masing-masing sel terdiri dari banyak mitokondria. Mitokondria adalah ’rumah energi’ dan bertanggungjawab terhadap metabolisme energi. Fungsinya membentuk energi dari makanan dan oksigen yang diterima. Energi yang dihasilkan disebut Adenosine Trifosfat (ATP). ATP inilah yang membuat sel dapat bekerja sesuai fungsinya.

Untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Pastikan ke-60 triliun sel berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagaimana Caranya?

  1. Suplai harus cukup.
    Pastikan sel mendapat suplai yang cukup akan : * energi, *nutrisi: asam amino, asam
    lemak & gliserol vitamin & mineral *oksigen * enzim * hormon
  2. 2. Aliran darah harus lancar.
    Supaya suplai zat-zat tersebut sampai di seluruh sel dengan baik, maka darah harus
    mengangkut zat-zat yang dibutuhkan secara baik ke seluruh tubuh (darah mengalir
    dengan lancar). Sistem sirkulasi berfungsi sebagai transportasi zat-zat makanan dan
    oksigen yang diperlukan sel-sel.

Yang berperan dalam sistem sirkulasi adalah : jantung, darah, pembuluh darah besar, nadi dan kapiler. Mekanismenya adalah jantung memompa
darah, darah mengalir melalui pembuluh darah membawa zat dan oksigen.

Sumber (http://fortunestar.co.id)

Kategori:Kesehatan Tag

Menggali Manfaat Buah Buruk Rupa

mengkuduBerawal dari tanaman liar, buruk rupa, dan beraroma busuk, mengkudu kini naik pamor menjadi bahan pangan, minuman, dan obat-obatan herbal alternatif. Bukan kelezatan rasanya, namun karena banyaknya manfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut Jurnal Pacific Science (1949), buah mengkudu (Morinda citrifolia L) diduga berasal dari Indonesia. Tanaman yang juga dikenal dengan sebutan buah Pace atau Noni. Bentuknya sebesar buah Pir, berwarna hijau di saat muda dan berubah putih kekuningan jika mulai matang. Ciri lainnya, permukaan kulit buah berbintil, dipenuhi mata berwarna coklat kehitaman, rasanya sangat asam dengan aroma khas sangat tajam ketika tua dan matang. Tidak disangka, tanaman yang selama ini dikenal sebagai tumbuhan liar, buruk rupa, dan berbau busuk, kini berubah menjadi buah “ajaib” yang banyak di cari. Kepopuleran mengkudu tidak terlepas dari hasil riset beberapa penelitian. Hasilnya sungguh di luar dugaan, zat yang terkandung di dalam mengkudu sangat bermanfaat untuk aspek kesehatan.

Manfaat buah mengkudu sudah dikenal manusia sejak 2000 tahun lalu. Penduduk kepulauan Polynesia, Cina, dan Indian yang pertama kali memanfaatkan khasiatnya. Selanjutnya pengetahuan ini menyebar ke Australia, Tahiti, Kanada, Malaysia, dan akhirnya sampai ke Indonesia.

Di Indonesia, khususnya masyarakat pedesaan sebenarnya sudah mengkonsumsi mengkudu sejak dulu. Masyarakat Jawa mengenal rujak bebek yang salah satu bahannya adalah buah ini, sedangkan dari daun mudanya sebagian orang mengolah menjadi bahan baku sayur atau dimakan mentah sebagai lalapan. Baru pada tahun 1990-an mengkudu semakin dikenal luas. Popularitas mengkudu tidak lepas dari keberhasilan Lembaga Pengkajian Bisnis Pangan Bogor (LPBP), sebuah lembaga peneliti pertama Indonesia yang meneliti manfaat mengkudu bagi kesehatan manusia.

Mengandung Senyawa Berkhasiat Obat

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari buah mengkudu, konsumsi buah yang sudah tua atau matang, hasil penelitian menunjukan semakin matang maka zat-zat yang bermanfaat semakin bertambah. Diantaranya adanya kandungan senyawa anthraquinone sebagai anti bakteri dan jamur, terpenten berfungsi meremajakan sel tubuh, dammacanthel yang dapat mencegah perkembangan sel kanker dan melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium pra kanker. Buah berkadar air 52% ini juga menyimpan beragam vitamin, diantaranya asam askorbat, asam kaproat, asam kaprik, dan asam kaprilat yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Kepopuleran mengkudu kini semakin mendunia, apalagi setelah Dr Heil Solomon melakukan terapi terhadap 8.000 pasien. Hasilnya sungguh sangat menggembirakan, pemberian sari mengkudu secara kontinyu memberikan korelasi positif terhadap penyembuhan penyakit kanker, jantung, mengontrol hipertensi, gangguan pencernaan, diabetes, dan stroke. Selain itu sari mengkudu juga dipercaya dapat meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh serta membantu penyembuhan tuberkulosis (TBC). Mengkudu juga kaya akan serat yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Banyaknya manfaat yang dimiliki buah mengkudu, sangat pantas kalau para ilmuwan menjulukinya sebagai Magic Fruit alias si buah ajaib.

Ragam Produk Mengkudu

Banyak orang yang kurang menyukai aroma mengkudu karena berbau busuk dan berasa asam. Jangan khuatir, saat ini beragam produk hasil olah mengkudu banyak beredar di pasaran. Mulai dari juice buah mengkudu beraneka rasa, tablet mengkudu sampai yang berupa kapsul dengan mudah kita dapatkan. Bahkan tidak hanya itu, produk perawatan tubuh dan kosmetika seperti sampo, sabun, body lotion juga menggunakan bahan baku mengkudu.

Buat Anda yang suka mengkonsumsi mengkudu segar, tips berikut dapat membantu mengurangi aroma mengkudu yang tidak enak dan rasa asam. Campurkan sari/jus mengkudu yang sudah di saring dengan gula merah atau madu. Simpan di dalam tempat bersih, sejuk dan tertutup rapat selama 2-4 hari, dan jus pun siap diminum tanpa bau busuk yang menyengat dan rasanya menjadi manis segar. Proses penyimpanan ini akan mengurai asam askorbat, kaproat, dan kaprik penyebab bau busuk. Namun perlu diingat, jangan menyimpannya terlalu lama karena akan menyebabkan terbentuknya senyawa alkohol yang memabukan.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

Zat Berbahaya pada Makanan

Beberapa waktu lalu masyarakat sempat digegerkan dengan bakso yang diawetkan dengan formalin. Hal itu sempat membuat para pedagang bakso kehilangan para pelanggannya. Baru-baru ini Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (BPOM) menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat tentang makanan berbahaya dalam leaflet yang berjudul “Mari Kita Hindari Pangan yang Mengandung Rhodamin, Pewarna kuning Metanil, Borak dan Formalin”.

Ada beberapa zat pewarna dan pengawet yang seharusnya diketahui masyarakat karena bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

Rhodamin B

rhodamin-bRhodamin B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Rhodamin B berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Zat itu sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata, dan tertelan. Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan, dan bahaya kanker hati.

Apabila tertelan dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan dan air seni akan berwarna merah atau merah muda. Penyebarannya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna makanan telah ditemukan untuk beberapa jenis pangan, seperti kerupuk, terasi, dan jajanan yang berwarna merah terang.

Ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna rhodamin B antara lain makanan berwarna merah mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen. Segera hindari makanan dengan ciri tersebut.

Pewarna kuning Metanil

metanil-yellowZat pewarna kuning metanil adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan cat berbentuk serbuk atau padat yang berwarna kuning kecoklatan. Pewarna kuning metanil sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata, dan tertelan. Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernapasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, dan bahaya kanker pada kandung dan saluran kemih.

Apabila tertelan dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak, dan tekanan darah rendah. Bahaya lebih lanjutnya yakni menyebabkan kanker pada kandung dan saluran kemih.

Penyalahgunaan pewarna kuning metanil untuk pewarna makanan telah ditemukan antara lain pada mie, kerupuk dan jajanan lain yang berwarna kuning mencolok dan berpandar.

Ciri-ciri makanan yang mengandung pewarna kuning metanil antara lain makanan berwarna kuning mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen.

Formalin

formalinPengawet formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan bau yang sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15% sebagai pengawet. Formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan desinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat.

Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernapasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan formalin sebanyak 30 mililiter atau sekitar 2 sendok makan akan menyebabkan kematian.

Jika tertelan maka mulut, perut, tenggorokan akan terasa terbakar, sakit menelan, muntah, mual, dan diare. Tidak jarang juga menyebabkan pendarahan. Dapat mengakibatkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, sistem syaraf pusat, dan ginjal.

Deteksi formalin kualitatif maupun kuantitatif secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pereaksi kimia.

Ada beberapa ciri pangan berformalin yang dapat membantu membedakan dari makanan tanpa formalin:

1. Mie basah berformalin

Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie yang lain.

2. Tahu berformalin

Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat.

3. Ikan segar atau hasil laut berformalin

Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celcius). Warna insang merah tua dan tidak cemerlang dan warna daging putih bersih.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

Manfaat Rebung

rebung-150x150Rebung merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di masyarakat. Rebung biasanya dibuang kelopaknya, diiris-iris kemudian diolah dengan cara dikukus atau direbus. Rebung yang sering dikenal dengan nama bung (bahasa Jawa), oleh masyarakat pedesaan sudah sejak zaman dahulu dimanfaatkan sebagai bahan masakan.

Tunas Bambu

tunas-bambu-150x150Rebung merupakan tunas muda tanaman bambu yang muncul di permukaan dasar rumpun. Tunas bambu muda tersebut enak dimakan, sehingga digolongkan ke dalam sayuran. Dalam bahasa Inggris, rebung dikenal dengan sebutan bamboo shoot. Rebung tumbuh di bagian pangkal rumpun bambu dan biasanya dipenuhi oleh glugut (rambut bambu) yang gatal. Morfologi rebung berbentuk kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya cokelat.

Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper. Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm.

Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Apabila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.

Untuk mengambil rebung dari rumpun bambu tidaklah sulit, dengan menggunakan pisau besar, sabit, atau alat lain. Rebung dapat dipotong pada bagian pangkalnya. Setelah itu, rebung dikupas untuk dibuang glugutnya. Setelah bersih, rebung kemudian dipotong-potong kecil sesuai selera. Di pasaran, rebung dijual dalam dua bentuk, yaitu bentuk utuh dan bentuk irisan-irisan tipis.

Jenis Bambu

Bambu banyak ditanam di daerah tropis Asia. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai di tempat dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Tidak semua jenis bambu memiliki rebung yang enak dimakan. Beberapa jenis bambu memiliki rebung yang rasanya pahit. Rebung yang biasa dibuat masakan, merupakan rebung pilihan.

Tidak semua rebung dapat diolah menjadi masakan. Bambu jenis apus (pring apus dalam bahasa Jawa) merupakan salah satu janis bambu yang tidak dapat diolah menjadi masakan, karena rasanya pahit. Jenis rebung yang memiliki cita rasa enak adalah rebung kuning, rampal/suling, ori, dan ater. Rebung dari bambu betung memiliki rasa paling enak. Rebung betung berwarna merah cokelat dan subang (ujung kelopak) pada ujung rebung berwarna ungu. Rebung dilindungi oleh kelopak-kelopak kuat yang berbulu halus.

Kaya Kalium

Senyawa utama di dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91%. Disamping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Bila dibandingkan dengan sayuran lainnya, kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada rebung, tidak berbeda jauh.

Rebung mempunyai kandungan kalium cukup tinggi. Kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400 mg, dapat mengurangi risiko stroke. Peran kalium mirip dengan natrium, yaitu bersama-sama dengan klorida, membantu menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa. Kalium menjaga tekanan osmotik dalam cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan protein. Kalium juga membantu mengaktivasi reaksi enzim. Gejala kekurangan kalium biasanya berupa pelunakan otot.

Kaya Serat

Kandungan serat pangan pada rebung juga cukup baik. Kandungan serat pangan pada rebung adalah 2,56 % lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran tropis lainnya, seperti kecambah kedelai (1,27 %), pecay (1,58 %), ketimun (0,61 %), dan sawi (1,01 %). Serat pangan (dietary fiber) sempat cukup lama diabaikan sebagai faktor penting dalam gizi manusia karena tidak menghasilkan energi. Selain itu, kekurangan serat tidak menimbulkan gejala spesifik, seperti halnya yang terjadi pada kekurangan zat-zat gizi tertentu.

Akhir-akhir ini, melalui penelitian epidemiologis telah dibuktikan peran fisiologis serat pangan terhadap usus. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan timbulnya penyakit ala masyarakat Barat, seperti aterosklorosis (penyumbatan pembuluh darah), koroner, diabetes melitus (kencing manis), hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol), hipertensi, hiperlipidemia (kelebihan lemak), dan kanker kolon (usus besar).

Serat pangan adalah senyawa berbentuk karbohidrat kompleks yang banyak terdapat pada dinding sel tanaman pangan. Serat pangan tidak dapat dicerna dan diserap oleh saluran pencernaan manusia, tetapi memiliki fungsi yang sangat panting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan sebagai komponen penting dalam terapi gizi. Rata-rata konsumsi serat pangan penduduk Indonesia adalah 10,5 gram per hari. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia baru memenuhi kebutuhan serat sekitar sepertiga dan kebutuhan ideal sebesar 30 gram setiap hari.

Jadi Acar, Asinan, Tepung, Cuka, dan Keripik

Meskipun belum memiliki bukti ilmiah sebagian masyarakat percaya bahwa rebung mempunyai khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada pengobatan tradisional, rebung kuning diyakini dapat digunakan untuk mengobati penyakit sirosis hati. Rebung juga telah digunakan untuk mengobati penyakit batuk berdahak dan demam.

Rebung dapat dimakan sebagai sayuran tunggal atau digunakan sebagai bahan pencampur sayuran dalam masakan lainnya. Banyak masakan eksotik yang diolah dari rebung, seperti: lumpia semarang, oseng-oseng khas probolinggo, sayur ketupat bojonegoro, serta gulai santan. Rebung juga sering dibuat menjadi asinan maupun dibuat acar, yang sangat enak untuk dijadikan kudapan.

Saat ini rebung sudah dapat diolah untuk berbagai bahan makanan awetan. Dengan kemajuan teknologi, rebung telah dapat diolah menjadi tepung rebung yang memiliki kadar pati tinggi. Tepung jenis ini baik untuk dibuat bahan kue. Rebung juga dapat diolah menjadi cuka, yang sangat baik untuk digunakan sebagai cuka makan. Produk olahan rebung lainnya yang memiliki prospek cerah adalah: keripik rebung yang rasa dan teksturnya tidak kalah dengan potato chip dan rebung beku sebagai bahan untuk sayuran.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag

Kesehatan dan Konsumsi Garam

garam-300x170Dalam hal mengonsumsi garam, tirulah orang Eskimo, warga Dayak, atau Indian Inca. Mereka nyaris tidak makan garam, tapi tetap bisa hidup. Menu mereka cenderung hambar, namun tidak ada yang kurang dalam kelangsungan kerja mesin tubuhnya. Dan memang seperti itulah yang sesungguhnya tubuh kita butuhkan. Menu asin terbentuk lebih karena budaya orang urban manakala rasa enak garam dapur ditemukan. Budaya gemar garam begini yang tanpa disadari telah merongrong ginjal orang-orang di dunia untuk bekerja lebih keras membuang kelebihan natrium (sodium) dari garam yang ditelan setiap hari.

Padahal, tubuh tidak memerlukan garam sebanyak kebiasaan budaya makan kita. Garam dikenal identik dengan penyakit darah tinggi. Itu sebab bukan cuma orang gedongan yang bisa kena darah tinggi, jika masih banyak rakyat kecil yang menu hariannya ikan asin. Dalam garam dapur terkandung unsur natrium dan klor (NaCl). Unsur natrium penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, selain bertugas dalam transmisi saraf dan kerja otot.

Apa boleh tidak makan garam?

Kita boleh tidak makan garam, asal ada natrium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan natrium dan itu sudah bisa mencukupi kebutuhan tubuh. Namun, oleh karena natrium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan klor, maka tak memberi cita rasa asin pada lidah kita. Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak berarti tubuh tak memperoleh kecukupan natrium. Demikian pula kebanyakan menu harian orang Eskimo, Dayak, dan Indian yang tidak asin namun tubuh tidak kekurangan natrium.

Tubuh membutuhkan kurang dari 7 gram garam dapur sehari atau setara dengan 3.000 mg natrium. Kebanyakan menu harian kita memberi berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu. Selain meninggikan tekanan darah, kerja ginjal jadi jauh lebih berat untuk membuangnya. Jika sangat berlebihan bisa membuat pikiran kacau dan jatuh koma. Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg natrium. Natrium yang terkandung dalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetap mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan natrium tidak sampai muncul.

Jenis makanan yang banyak mengandung natrium, antara lain, soda kue, bubuk soda sebagai pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber natrium tinggi ini. Jenis makanan yang rendah natrium, antara lain, buah dan sayur-mayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak.

Bukan cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan natrium. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).

Namun, jika pantang garam kelewat ketat bisa berbahaya juga. Kekurangan natrium dan klor secara drastis bisa menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak karena kekurangan natrium.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Kesehatan Tag