Payday loans
payday loans

Arsip

Arsip untuk kategori ‘Peta Pikiran’

Peta Pikiran Untuk Pekerjaan: Menyelenggarakan Rapat

menyelenggarakan rapatMerencanakan dan menyelenggarakan pertemuan atau rapat, entah rapat bisnis untuk beberapa rekan kerja, pertemuan tahunan kelompok, atau konferensi besar dengan pembicara dan delegasi dari luar, bisa merupakan urusan yang penuh tekanan. Ada begitu banyak hal yang perlu dijadwalkan dan diatur serta dilacak sehingga kita akan mudah melupakan rincian kecil tetapi vital di tengah semua kesibukan.

Dalam situasi-situasi seperti ini, peta pikiran akan sangat ideal. Mereka dapat digunakan untuk merencanakan semua tahap yang terlibat di dalam penyelenggaraan pertemuan, sehingga Anda bisa memastikan segala sesuatunya dilaksanakan dalam urutan dan waktu yang benar, ini sangat penting jika partisipan datang dari berbagai negara dan pengaturan perjalanan mereka harus dikoordinasikan dalam zona waktu yang berbeda!

Ambil selembar kertas besar, dan di bagian tengahnya gambarlah gambar yang paling mewakili pertemuan Anda, misalnya papan tulis, grafik, atau apa pun. Kemudian pancarkan cabang-cabang utama yang mewakili area-area utama yang harus Anda atur: nama peserta, tempat pertemuan diselenggarakan, waktu dan tanggal pertemuan, perlengkapan dan peralatan yang akan dibutuhkan (air, kertas, makan siang, perangkat audio-visual, dan sebagainya), pokoknya bahasan dan agenda pertemuan, dan sebagainya.

Kemudian dari setiap cabang utama, pancarkan anak-anak cabang yang memerinci keputusan-keputusan yang telah dibuat (Ruang X; 2.30 siang; Selasa tanggal 17). Juga akan bermanfaat menambahkan batas waktu setiap topik cabang, terutama jika pertemuannya besar atau kompleks, sehingga Anda akan mudah melihatnya ketika setiap tahap telah diselesaikan, misalnya, lokasi harus dipesan pada tanggal X; partisipan harus diberitahu pada tanggal Y dan memberitahukan kedatangannya pada tanggal Z sehingga angkutan dan penginapan dapat dipesan dengan pasti dan kertas-kertas agenda serta pengumuman dapat disebarkan pada waktunya.

Ketika Anda menghadiri pertemuan, peta pikiran dapat digunakan sebagai metode pencatatan yang efektif dan mudah diingat. Gunakan berbagai pena warna dan beri lingkaran, segitiga, kotak atau bentuk apa pun yang Anda sukai, setiap kata kunci tunggal, ini lebih menarik dan mudah diingat daripada pencatatan linear hitam-putih yang membosankan dan segera terlupakan. Kelak Anda akan mudah mengingatnya, dan konsentrasi Anda selama pertemuan itu sendiri akan dipertajam. Otak Anda akan bangun dan siaga!

Peta pikiran juga perencana pidato yang luar biasa, ketika Anda harus memberi presentasi (sesuatu yang ditakuti banyak orang). Memetakan pikiran Anda sebelumnya dengan menggunakan peta pikiran akan memastikan Anda menguasai semua bahan: otak Anda akan secara alami membuat kaitan di antara berbagai hal dengan menggunakan peta pikiran, sehingga Anda akan mudah mengingat mereka, dan ini akan mendorong kepercayaan diri Anda ketika berpidato.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/peta-pikiran-untuk-pekerjaan-menyelenggarakan-rapat

Kategori:Peta Pikiran Tag

Istirahat, Tidur, dan Otak Anda

tidurApakah Anda cenderung menghasilkan ide-ide cemerlang ketika Anda:

  • Sedang mandi?
  • Sedang bercukur?
  • Mengenakan rias wajah?
  • Di tempat tidur?
  • Tidur/mimpi?
  • Berjalan di alam terbuka?
  • Mengemudi?
  • Berlari kecil/berenang?
  • Mencoret-coret?
  • Mendengarkan musik?

Anda tidak sendirian! Kebanyakan orang mengenali paling sedikit salah satu di atas, dan sebagian besar orang mengenali semuanya. Ini disebabkan karena istirahat adalah bagian yang perlu bagi fungsi mental maupun fungsi tubuh. Bayangkan jika menghirup dan menghembuskan napas, mental, di mana menghirup setara dengan pembelajaran aktif serta asimilasi data, dan menghembus setara dengan pemilihan dan pemaduan informasi.

Ketika istirahat, otak kita berkelana di peta pikiran (mind map) internalnya, mencari dan menemukan asosiasi-asosiasi baru untuk membuat peta pikiran yang baru.

Dengan kata lain, untuk berfungsi secara efektif, otak membutuhkan istirahat yang teratur. Bila kita tidak melakukannya, otak akan memaksa kita untuk melakukannya. Mungkin Anda menyebutnya sebagai hilangnya konsentrasi, ketegangan mental, atau (dalam kasus ekstrem) nervous breakdown alias stres berat, tetapi sebenarnya semua ini adalah desakan otak agar Anda beristirahat dan menyeimbangkan diri.

Tidur, salah satu bentuk istirahat yang terdalam, adalah periode ketika otak memadukan pengalaman satu hari itu, menyaring, memilah, dan mengarsipkan, serta menyelesaikan masalah. Mimpi adalah bagian alami dari proses ini, dan merupakan salah satu sumber ilham terbesar para jenius yang kreatif.

Bila tubuh diberi gizi yang baik dan olahraga dengan benar, tidur akan dalam dan bersifat menyembuhkan, dan sering kali menyediakan kreativitas, pemahaman, dan pengetahuan yang tak terbatas.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/istirahat-tidur-dan-otak-anda

Kategori:Peta Pikiran Tag

Peta Pikiran: Alat Otak yang Luar Biasa

Mengapa peta pikiran (mind map) adalah alat yang penuh daya dan ramah otak? Peta pikiran melibatkan kedua sisi otak karena menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (wilayah otak kanan) bersamaan dengan kata, angka, dan logika (wilayah otak kiri).

otakCara Anda membuat peta pikiran juga mendorong pemikiran sinergis. Cara cabang tumbuh ke luar untuk membentuk anak-anak cabang lain mendorong Anda untuk menciptakan lebih banyak ide dari setiap pikiran yang Anda tambahkan ke dalam peta pikiran.

Juga karena semua gagasan dalam peta pikiran berkaitan, peta pikiran membantu otak membuat lompatan pengertian dan imajinasi besar melalui asosiasi. Jika Anda hanya membuat daftar sederhana tentang gagasan liburan Anda, kemungkinan besar Anda tidak menghasilkan jumlah ide yang sama seperti jika Anda membuat peta pikiran. Ini disebabkan karena informasi pada daftar Anda tidak dikaitkan secara logis atau teratur dan ini akan menghambat cara pikir sinergis otak Anda.

Manakala Anda ingin merencanakan sesuatu, mengatur pikiran, meluncurkan ide, atau membuka imajinasi, buatlah selalu peta pikiran untuk mengembangkan ide-ide Anda. Peta pikiran adalah alat pikir untuk membebaskan kekuatan otak Anda: peta pikiran mencerminkan peta pikiran internal otak Anda.

Semakin sering kita menggunakan peta pikiran di dalam kehidupan sehari-hari, semakin mudahlah kita melibatkan kedua sisi otak, ingatlah semakin sering Anda mengulang sesuatu, semakin mudah Anda melakukannya. Peta pikiran membantu Anda menguatkan peta-peta pikiran di dalam otak. Memang sebaiknya Anda menganggap peta pikiran sebagai eksternalisasi pikiran-pikiran di dalam kepala: dalam membuat peta pikiran Anda, Anda mengulang dan mengukuhkan peta pikiran tersebut di dalam benak Anda. Karena struktur peta pikiran menyerupai bentuk pola-pola pikir Anda, maka tindakan menggambarkannya adalah pengulangan yang alami dan mudah diingat.

Sekarang, setelah Anda mengetahui cara membebaskan potensi otak Anda, tibalah waktunya untuk melihat bagaimana Anda bisa menggunakan peta pikiran digabungkan dengan rumusan sukses yang telah terbukti sehingga Anda bisa terus berhasil dalam hidup ini.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/peta-pikiran-alat-otak-yang-luar-biasa

Kategori:Peta Pikiran Tag

Kekuatan Imajinasi

imajinasiBiarkan Imajinasi Membantu Anda Mengingat

Anda bisa melibatkan imajinasi dengan banyak cara ketika Anda mencoba mengingat sesuatu:

  • Melebih-lebihkan. Semakin Anda mendramatisir informasi yang ingin Anda ingat, semakin mudah informasi tersebut melekat di dalam ingatan Anda. Ini karena Anda membuatnya lebih menarik bagi otak Anda yang sangat hidup.
  • Humor. Seperti cara melebih-lebihkan, semakin lucu dan konyol informasi yang ingin Anda ingat, ia semakin menarik bagi imajinasi Anda. Humor adalah tanda khas dari akal yang kreatif.
  • Indra. Anda mengalami lingkungan dengan bantuan kelima indra: penglihatan, sentuhan, penciuman, pendengaran, dan pencicip, semuanya adalah pemicu yang kuat terhadap ingatan. Pernahkah Anda mencium wangi parfum orang yang lewat dan tiba-tiba teringat seseorang yang mengenakan wangi yang sama? Melibatkan indra ketika Anda mengingat sesuatu akan membantu Anda menciptakan ingatan tiga dimensi dari apa yang ingin Anda simpan dalam ingatan.
  • Warna. Cobalah menambah warna pada apa pun yang ingin Anda ingat. Bebaskan akal Anda dari metoda pencatatan tradisional yang hitam-putih dan gunakan imajinasi Anda! Gunakan warna-warna yang cerah untuk membantu melibatkan imajinasi.
  • Irama. Gerak dan irama juga merupakan alat yang kuat dari imajinasi karena mereka membantu menciptakan gambar mental yang lebih riil dari apa yang ingin Anda pelajari.
  • Pemikiran positif. Pada umumnya akan lebih mudah mengingat informasi yang dipikirkan secara positif dan yang Anda sukai dibandingkan informasi yang tidak menarik bagi Anda atau dipikirkan secara negatif. Ketimbang memerintahkan diri untuk tidak melupakan sesuatu, sebaiknya katakan pada diri bahwa Anda harus mengingatnya. Jika Anda memulai dengan kekhawatiran bahwa Anda akan melupakannya, maka kemungkinan besar hal ini akan terjadi.
  • Peta pikiran (mind map). Tentu saja peta pikiran adalah cara yang mudah untuk membangkitkan imajinasi dan membantu Anda mengingat. Ini karena peta pikiran melibatkan sisi kanan otak secara alami melalui penggunaan warna dan gambar.
  • Gambar. Gambar berperan besar dalam ingatan Anda, ini terucap dalam perkataan “sebuah gambar mengandung seribu makna”. Peta pikiran bukan hanya sebuah gambar tetapi gambar yang mengandung gambar-gambar.

Setiap teknik di atas dapat digunakan memperbesar manfaat peta pikiran dalam membantu Anda mengingat informasi yang Anda tambahkan ke dalamnya.

Peta pikiran bukan saja alat pikir yang utama, peta pikiran juga alat ingat yang utama.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/kekuatan-imajinasi

Kategori:Peta Pikiran Tag

Para Pembuat Mind Map dalam Sejarah

pembuat-mind-map-dalam-sejarahLeonardo Da Vinci

Leonardo Da Vinci menggunakan gambar, diagram, simbol, dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya ke kertas. Karena ungkapan-ungkapan kreatif jenius yang terkandung di dalamnya, buku-buku catatan Leonardo merupakan buku-buku paling berharga di dunia, dan yang terpenting dari buku-buku ini adalah gambar-gambarnya. Gambar-gambar ini membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang, seni, ilmu faal, permesinan, akuanautik, dan biologi.

Bagi Leonardo, bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label, menunjukkan, atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Alat utama untuk pemikiran kreatifnya adalah bahasa gambar.

Galileo Galilei

Galileo adalah seorang pemikir kreatif jenius dunia, yang di akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17, membantu merevolusi ilmu dengan menggunakan teknik pencatatannya sendiri. Sementara rekan-rekan semasanya menggunakan pendekatan verbal dan matematikal tradisional untuk menganalisis masalah-masalah ilmiah, Galileo menjadikan pikirannya kasatmata melalui ilustrasi diagram.

Richard Feynman

Richard Feynman, fisikawan pemenang hadiah nobel, ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. Dengan begitu ia memainkan permainan-permainan imajinasi dan belajar menggambar.

Seperti Galileo, Feynman tidak meniru rekan-rekannya yang melakukan pencatatan yang lebih tradisional, dan memutuskan menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. Hal ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenal, yaitu representasi gambar dari interaksi partikel, yang sekarang digunakan murid seluruh dunia untuk membantu mereka memahami, mengingat, dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum.

Albert Einstein

Albert Einstein, jenius abad ke-20, juga menolak bentuk-bentuk linier, numerik, dan verbal pemikiran kreatif. Seperti Leonardo dan Galileo sebelum dirinya, Einstein percaya bahwa alat-alat ini berguna tetapi tidak perlu, dan yang jauh lebih penting adalah imajinasi. Einstein juga menyatakan bahwa, “Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan karena imajinasi tidak terbatas.”

Sumber: http://ksupointer.com/2009/para-pembuat-mind-map-dalam-sejarah

Kategori:Peta Pikiran Tag

Bagaimana Peta Pikiran Bekerja?

Secara sederhana, daya ingat terkait dengan persepsi, perhatian yang Anda berikan (attention), dan proses berpikir atau memahami (reasoning). Informasi yang Anda terima akan dikaitkan dan saling terhubung dengan informasi yang sebelumnya telah diketahui atau dialami. Dengan demikian, secara alamiah manusia memilih informasi apa yang disukainya untuk diingat dan informasi apa yang tidak ingin disimpan. Proses memanggil kembali informasi ini bergantung kuat pada asosiasi yang dibentuk. Semakin kuat asosiasi sebuah informasi akan semakin mudah diingat dan dipanggil kembali.

Selain itu aspek emosi juga memegang peranan penting dalam daya ingat. Itu kenapa informasi yang memiliki aspek emosi akan lebih mudah diingat dan cenderung sulit dilupakan. Masih ingatkah Anda ketika bertemu belahan hati yang sekarang sudah menjadi istri? Masihkah Anda bisa mengingat getaran-getaran asmara pada saat itu?

Setelah Anda mengetahui cara memori atau daya ingat bekerja, sekarang kita akan melihat hubungannya dengan peta pikiran. Pada teknik peta pikiran, Anda akan mencatat menggunakan kata kunci (keyword) dan gambar. Perpaduan dua hal tadi akan membentuk sebuah asosiasi di kepala Anda dan ketika Anda melihat gambar tersebut maka akan terjelaskan ribuan kata yang diwakili oleh kata kunci dan gambar tadi.

Berikut contoh sederhana: coba bayangkan kata “jeruk“. Ketika Anda membayangkan sebuah jeruk, maka Anda melihat buah yang berwarna kuning, rasa yang kadang manis dan kadang sedikit asam, atau segelas jus jeruk yang menyegarkan.

Pernahkah ketika mendengar kata jeruk yang terbayang di benak Anda adalah huruf-huruf J-E-R-U-K?. Kecil kemungkinan hal itu yang Anda bayangkan. Demikianlah dalam peta pikiran, Anda cukup menuliskan kata kunci yang mewakili dan gambar yang paling sesuai dengan asosiasi dan preferensi Anda.

Dalam membuat peta pikiran juga disarankan menggunakan warna. Cara ini akan mempermudah Anda untuk menyusun pokok pikiran yang berbeda serta memperkuat efek asosiasi yang dibentuk oleh kata kunci-gambar-warna.

how-brain-works-thumbDengan demikian peta pikiran  menjadi cara mencatat yang mengakomodir cara kerja otak Anda secara alami. Berbeda dengan catatan konvensional yang ditulis dalam bentuk daftar panjang ke bawah, maka peta pikiran mengajak Anda untuk membayangkan suatu subjek sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.

Jika menggunakan catatan konvensional, Anda harus menghafal daftar panjang yang Anda buat dan seringkali ada yang terlewati. Sebaliknya dengan peta pikiran, secara mental Anda membangun sebuah gambar yang dapat dibayangkan. Ketika gambar tersebut muncul dalam benak Anda, maka seluruh penjelasan yang terkandung di dalamnya akan terjelaskan.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/bagaimana-peta-pikiran-bekerja

Kategori:Peta Pikiran Tag

Pembelajaran dengan Peta Pikiran

gelas-isian-otakBanyak guru menyebut bahwa mereka berhasil dalam pembelajaran penguatan konsep melalui teknik peta pikiran. Apa sih peta pikiran itu? Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon. Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.

Dalam peta pikiran, kita dapat melihat hubungan antara satu ide dengan ide lainnya dengan tetap memahami konteksnya. Ini sangat memudahkan otak untuk memahami dan menyerap suatu informasi. Mengapa? karena cara kerjanya mirip dengan cara kerja koneksi di dalam otak. Di samping itu, peta pikiran juga memudahkan kita untuk mengembangkan ide karena kita bisa mulai dengan suatu ide utama dan kemudian menggunakan koneksi-koneksi di otak kita untuk memecahnya menjadi ide-ide yang lebih rinci.

Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan.

Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi dikemudian hari. Tetapi, sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilan-keterampilan “otak kiri” yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir secara kreatif.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan cara kerja peta pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral (tengah) dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut, dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.

Untuk mengajak anak membuat peta pikiran, diperlukan beberapa hal, yaitu: kertas kosong tak bergaris, pena atau spidol berwarna, otak, dan imajinasi. Tujuh langkah dalam membuat peta pikiran: (1) mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar, (2) gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama (3) gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup, (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya, (5) buatlah garis hubung yang melengkung, (6) gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis, (7) gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata.

Kegiatan membuat peta pikiran dapat dimulai dengan pertanyaan, misalnya tema binatang. “Kalau kamu mendengar kata binatang apa yang terlintas di pikiranmu?” Biarkan anak menggambar atau menuliskan apa yang menjadi imajinasinya. Tidak ada jawaban atau pendapat anak yang salah, karena semua pendapat adalah benar. Ini akan terlihat dari cabang yang akan mereka buat yang memperinci pendapat sebelumnya.

Bahasa gambar adalah cara penyampaian informasi dengan menggunakan gambar. Bahasa gambar digunakan pada peta pikiran karena otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual, bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna. Inilah sebabnya anak akan lebih mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Dengan kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, peta pikiran lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional, yang cenderung linear dan satu warna.

Para jenius kreatif menggunakan bahasa gambar untuk menyusun, mengembangkan, dan mengingat pikiran mereka. Sebagai contoh Leonardo da Vinci. Leonardo menggunakan gambar, diagram, simbol, dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya di kertas. Baginya, bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label, menunjukkan atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Gambar-gambar membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang, seni, ilmu faal, permesinan, akuanautik, dan biologi. Contoh lain adalah Richard Feynman, fisikawan pemenang hadiah nobel, ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. Dengan begitu ia memainkan permainan-permainan imajinasi dan belajar menggambar. Ia menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. Ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenaldengan representasi gambar dari interaksi partikel, yang sekarang digunakan murid di seluruh dunia untuk membantu mereka memahami, mengingat, dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum.

Dalam segala hal peta pikiran dapat digunakan. Ajak anak membuat peta pikiran setiap saat. Seperti dalam bukunya, “Mind map untuk anak” Tony Buzan mengajak untuk menggunakan peta pikiran di setiap kesempatan. Misalnya membuat peta pikiran tentang “Aku”. Dengan mengajak anak mengenal dirinya sendiri, gambar dirinya, kegiatan yang dilakukannya, kesukaannya, kesayangannya, orang terdekatnya, cita-cita, khayalannya, binatang peliharaan, atau lainnya. Contoh lainnya yaitu mengajak anak membuat peta pikiran untuk merencanakan liburan. Menentukan kapan waktu pelaksanaannya, tempat, siapa yang ikut, transportasi yang digunakan, akomodasi yang perlu disiapkan, barang yang akan dibawa, dokumentasi, dan seterusnya menggunakan gambar dan kata-kata kunci. Peta pikiran juga dapat dibuat misalnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah, mengajak anak membuat cerita, membuat surat, atau mencari tahu kado yang tepat diberikan kepada ayah atau ibu di hari ulang tahun mereka .

Pastikan Tema Utama Terletak Ditengah-Tengah

Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama “Sejarah Indonesia”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.

Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan pertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga, dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang, dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut.

Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu peta pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan peta pikiran yang “miskin warna”.

Gunakan Huruf Besar

Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di peta pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.

Buat Peta Pikiran Di Kertas Polos dan Hilangkan Proses Edit

Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi peta pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada peta pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.

Sisakan Ruangan Untuk Penambahan Tema

Peta pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar peta pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas peta pikiran untuk penambahan tema.

Saat otak menerima suatu informasi, ia akan berusaha menghubungkannya dengan informasi lain yang sudah ada sebelumnya. Setiap hubungan ini akan menciptakan koneksi baru di dalam otak. Itulah sebabnya kita lebih mudah mempelajari ilmu di bidang yang akrab bagi kita daripada di bidang yang asing bagi kita. Otak dapat lebih mudah dan lebih cepat menciptakan koneksi untuk ilmu yang sudah akrab bagi kita.

Sebenarnya, anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau malah tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik, mendengar ceramah, dan mengingat isinya, menghafal kata-kata penting, dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri. Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan, dipelajari, direkam, dicatat atau yang dahulu pernah diingat. Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi, atau ketika mengerjakan tugas. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/pembelajaran-dengan-peta-pikiran

Kategori:Peta Pikiran Tag

Gembira Belajar dengan Peta Pikiran

buku1Gembira Belajar Dengan Mind Mapping: Bantu Anak Menguasai “Senjata Rahasia” Para Jenius untuk Melejit Prestasi di Sekolah

Anak-anak pada dasarnya lebih senang dengan sesuatu yang dapat dilihat dan dipraktikkan secara langsung. Belajar melalui skema sering kali lebih disenangi sehingga pelajaran lebih mudah ditangkap. Misalnya dengan berpikir lurus dan berpikir memencar, seperti contoh di bawah:

Apelmm-anak-300x222

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Peta Pikiran Tag

Tip: Dasar Kreativitas

Manual-BrainTip 1: Semua orang adalah kreatif
Salah bila orang mengatakan bahwa dirinya tidak kreatif. Otak mempunyai 12-15 milyar neuron sehingga mempunyai potensi energi sangat besar untuk berkreativitas. Hanya banyak orang yang tidak melatih kemampuan otak yang potensial itu.

Tip 2: Otak kiri dan otak kanan
Otak kiri cenderung berhubungan dengan kata, logika, dan nomor, sedangkan otak kanan cenderung berhubungan dengan warna, bentuk, dan irama. Bagaimanapun adalah tidak tepat jika dikatakan kreativitas adalah murni otak kanan. Kreativitas mencakup kedua sisi dari otak.

Tip 3: Berpikir cepat
Melatih otak berpikir lebih cepat bisa membantu meningkatkan pemikiran kreatif dan kemampuan daya ingat. Berlatih otak dengan hal-hal seperti peta pikiran (mind map), super memory, brain gym, teka-teki, catur, dan lain-lain bisa dilakukan sesering mungkin sehingga otak terlatih dengan beragam tantangan.

Tip 4: Originalitas berpikir
Cobalah untuk berlatih untuk memikirkan hal dengan banyak jalan atau dengan cara berbeda memungkinkan otak bisa tumbuh dengan optimal.

Tip 5: Fleksibilitas berpikir
Sebagian besar orang cenderung untuk fokus pada satu arah atau satu jalan dari lingkungan sekitar saja. Untuk meningkatkan kreativitas, cobalah untuk menemukan dan
menyelidiki banyak hal secara perspektif.

Tip 6: Imajinasi dan asosiasi
Pemikir-pemikir kreatif yang besar menggunakan imajinasi mereka, mencoba untuk membuat hubungan atau asosiasi antara sesuatu hal. Menemukan hubungan baru antara sesuatu adalah satu jalan/cara terbaik untuk membuat suatu hal yang lebih berdaya guna optimal.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/tip-dasar-kreatifitas

Kategori:Peta Pikiran Tag

Mind Map untuk Meningkatkan Kreativitas

mindmap-bookTentang Peta Pikiran (Mind Map)

Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah lahir dengan segala kesederhanaannya, namun merupakan produk paling canggih yang pernah lahir dari otak manusia, peta pikiran (mind map).

Apa itu peta pikiran? Sebenarnya di zaman teknologi canggih bernama internet, segala informasi terbaru sudah tidak sulit lagi untuk diperoleh, dari pelosok dunia mana pun selama ada jaringannya. Begitu pula dengan penemuan peta pikiran.

Peta pikiran ditemukan oleh Tony Buzan, seorang pengarang yang melahirkan banyak karya mengenai sistem kerja otak manusia, terutama otak kanan. Dan hasil penemuannya ini telah dipakai jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari para atlet kelas dunia dalam kejuaraan-kejuaraan internasional, para pengusaha kelas kakap, sampai mahasiswa, pelajar, dan ibu rumah tangga. Bahkan mungkin juga para pengangguran yang sedang fokus mencari pekerjaan dan menata hidupnya agar mencapai masa depan ideal, lewat peta pikiran ini.

Fungsi Peta Pikiran

Dalam buku karya Tony Buzan ini diterangkan beberapa fungsi peta pikiran untuk:

  • Menjadi lebih kreatif
  • Menghemat waktu
  • Memecahkan masalah
  • Berkonsentrasi
  • Mengatur dan menjernihkan pikiran
  • Lulus ujian dengan nilai baik
  • Mengingat dengan baik
  • Belajar lebih cepat dan efisien
  • Belajar dengan lebih mudah
  • Melihat gambaran “keseluruhan”
  • Membuat rencana
  • Berkomunikasi
  • Bisa tetap bertahan hidup!

Eksplorasi Otak Manusia via Peta Pikiran

Dalam peta pikiran, sistem bekerja otak diatur secara alami. Otomatis kerjanya pun sesuai dengan kealamian cara berpikir manusia. Peta pikiran membuat otak manusia ter-eksplor dengan baik, dan bekerja sesuai fungsinya. Seperti kita ketahui, otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Dalam peta pikiran, kedua sistem otak diaktifkan sesuai porsinya masing-masing.

Maka dengan menggunakan sistem peta pikiran, kedua sistem otak bekerja sejalan. Tidak berat sebelah, sehingga bisa ter-eksplor dengan baik.

Peta pikiran sangat mudah dipraktikkan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Bahkan untuk hal-hal yang bersifat pribadi sekalipun. Misalnya menggunakan peta pikiran untuk merencanakan kegiatan keluarga. Peta pikiran diletakkan dalam suatu tempat, yang di keluarganya dianggap sebagai pusat kegiatan keluarga, dan merupakan tempat di mana peta pikirannya semakin sering dijumpai, pintu lemari es.

Peta Pikiran Sebagai Situs Pribadi

Peta pikiran tak beda dengan sistem komputer buatan manusia. Dalam peta pikiran, komputernya sendiri adalah otak manusia. Karenanya tiap orang tentulah memiliki apa yang namanya situs pribadi. Bedanya peta pikiran tak terbatas dan mampu mempunyai sistem memori yang super canggih melebihi sistem komputer secanggih apa pun. Tentu saja, bukankah otak manusia buatan Tuhan memang bagaikan ruang tak berbatas?

Maka bila kita ingin menggali kembali informasi-informasi yang pernah tersimpan, ataupun menerima informasi-informasi baru, maka otak kita ibaratnya situs pribadi yang siap bekerja menampung semuanya. Namun adakalanya, kita tidak mampu menggali kembali segala informasi yang pernah mampir dikarenakan keterbatasan daya ingat.

Maka dengan adanya peta pikiran, membantu kita untuk lebih fokus dalam menggali kembali serta menyaring informasi apa saja yang ingin kita ambil kembali. Peta pikiran mengajarkan kita untuk berpikir secara praktis dengan cara yang sesederhana mungkin, namun teratur dan meminimalisir kekacauan arus informasi yang ingin kita ambil dalam situs pribadi kita, otak kita sendiri.

Para Pengguna Peta Pikiran

Saat ini para pengguna peta pikiran sudah tersebar luas. Peta pikiran disosialisasikan ke segala bidang kegiatan. Gunanya apalagi kalau bukan untuk membantu setiap orang dapat mencapai target-targetnya dengan cara yang sederhana mungkin, namun rapi, teratur, dan tentunya fokus. Bahkan dalam bidang olahraga peta pikiran telah membantu banyak atlet meraih prestasinya. Sekali lagi, peta pikiran hadir untuk menyederhanakan sistem bekerja otak manusia yang konvensional, cenderung monoton. Peta pikiran hadir dengan keceriaan warna-warni, asosiasi manusia terhadap masalah atau informasi yang ada, serta cara bekerja yang efisien.

Para pengguna peta pikiran dapat segera membedakan betapa rencana-rencana mereka lebih terarah. Dengan demikian membuat hidup mereka lebih berarti dan terencana dengan baik. Peta pikiran mengajarkan kita untuk fokus pada apa yang sedang kita pikirkan dan rencanakan. Maka para pengguna peta pikiran cenderung lebih sederhana cara berpikir dan kerjanya, karena mereka tak lagi tumpang tindih dalam menjalankan visi dan misinya. Pengguna peta pikiran daya kreativitasnya cenderung meningkat, karena otak mereka ter-eksplor dengan baik. Memungkinkan mereka untuk lebih banyak menciptakan karya yang tak terbayangkan.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/mind-map-untuk-meningkatkan-kreativitas

Kategori:Peta Pikiran Tag