Payday loans
payday loans

Arsip

Arsip untuk kategori ‘Peta Pikiran’

Belajar Bahasa Asing

belajar-150x150Semakin banyak dari kita yang tinggal dan berlibur di luar negeri, atau melakukan perjalanan bisnis atau liburan, dan semakin banyak dari kita yang mempelajari bahasa asing, misalnya Spanyol atau Prancis.

Setelah sangat berhasil memelajari satu bahasa pada usia sangat belia (bahasa ibu Anda), orang sering sulit memelajari bahasa lain ketika mereka sudah dewasa. Mereka telah lupa bagaimana otak belajar dengan alami dan bersemangat.

Tetapi, Anda tahu persis bagaimana cara otak bekerja. Bagaimana pengulangan meningkatkan kemungkinan pengulangan, dan cara menggunakan kedua sisi otak-sisi kiri yang lebih logis dan sisi kanan yang lebih kreatif-menciptakan efek sinergis yang luar biasa pada kekuatan otak.

Kita juga tahu bahwa peta pikiran adalah alat yang paling ramah otak yang bisa kita manfaatkan-ketika kita membuat peta pikiran suatu bahasa asing, Anda membuat peta pikiran gambar-gambar, jaringan kerja, dan asosiasi dari bahasa tersebut langsung ke dalam akal Anda.

Ciptakan peta pikiran yang warna-warni, penuh gambar dan asosiasi, di seputar topik-topik seperti belanja, perjalanan, dan makan di luar, untuk memperkaya perbendaharaan kata serta meningkatkan pemahaman.

Gambarlah topik yang ingin Anda kuasai sebagai gambar sentral-misalnya “Perjalanan”. Kemudian pancarkan cabang-cabang tentang hal-hal yang terkait, misalnya pergi dengan kereta api, pesawat udara, mobil, tujuan, dan arah. Selanjutnya gambar anak-anak cabang berupa kata-kata yang terkait dengan setiap cabang: misalnya, pada cabang “kereta api”, anak-anak cabangnya bisa meliput “stasiun”, “jalur”, “tiket”, dan sebagainya, yang masing-masing digambar dan diberi label dengan menggunakan perbendaharaan kata yang baru. Anak-anak cabang selanjutnya bisa digambar untuk menggambarkan (misalnya) pembelian tiket, menanyakan biayanya, kelas satu atau kelas dua, dan sebagainya.

Dengan cara ini Anda akan mampu membangun kalimat dan ungkapan lengkap yang akan Anda ingat dan ulangi dengan mudah.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/belajar-bahasa-asing

Kategori:Peta Pikiran Tag

Perkuat Proses Belajar dengan Mengulangnya Kembali

Informasi baru menghujani otak setiap menit, tetapi hanya sedikit yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Guru tidak boleh beranggapan bahwa otak murid memproses dan menyimpan setiap hal yang penting dari pelajaran atau beranggapan bahwa otak murid menyimpan pengetahuan baru dengan benar. Jika apa yang Anda ajarkan sebelumnya penting bagi murid, luangkan beberapa waktu untuk mengulangnya. Mengulangi sebuah topik (meskipun secara ringkas) akan mengingatkan murid bahwa mereka memproses informasi, membantu mereka memastikan fakta apa yang tidak cocok dengan apa yang tersimpan dalam otak, dan menekankan konsep mana yang penting. Jadwalkan pembahasan harian.

Saran:

murid-belajar-peta-pikiran-200x150Peta pikiran: dalam kelompok beranggotakan tiga atau empat orang, murid diminta membuat peta pikiran apa yang mereka pelajari kemarin. Kemudian, pisahkan mereka dan minta mereka berjalan mengelilingi ruangan untuk melihat peta pikiran kelompok lain, mencari gagasan yang mereka lupakan, dan kembali untuk menambahkan  gagasan itu ke dalam peta pikiran mereka sendiri.

Membahas pelajaran sambil bermain piring terbang: berdirilah dalam bentuk lingkaran dan lemparkan sebuah frisbee. Siapa pun yang menangkapnya wajib mengucapkan satu hal yang mereka pelajari pada pelajaran sebelumnya atau mengaitkan pelajaran terakhir dengan gagasan atau konsep lain.

Membahas pelajaran sambil berdiri: lakukan pembahasan topik sambil berdiri. Ada banyak cara untuk melakukannya: minta murid menutup mata, mainkan musik, minta bergerak, beri tugas berpasangan atau permainan dengan kata-kata yang dilafalkan secara cepat (seorang murid mengucapkan sepatah kata dari pelajaran sebelumnya, sementara temannya mengungkapkan kata apa saja yang pertama kali terlintas dalam pikirannya tentang topik itu.

Kulakukan dengan caraku: tulislah sebuah lirik lagu terkenal dan bagikan kepada murid, dengan tugas menyalin kembali lirik-lirik itu menggunakan istilah kunci dan elemen dari pelajaran sebelumnya. Atau, tulis kembali lirik itu sebagai tugas kelompok dan minta murid menampilkannya pada kertas transparan saat setiap orang menyanyikan lagu itu keras-keras.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Peta Pikiran Tag

Kekuatan Asosiasi

Pencarian asosiasi di antara ide atau informasi akan membantu otak membuat kaitan di antara ide-ide tersebut dan mendorongnya berpikir secara sinergis. Dalam sebuah sistem sinergis, 1+1 akan lebih dari 2, dengan kata lain, jika Anda bisa mengaitkan sesuatu yang ingin Anda pelajari dengan sesuatu yang sudah Anda ketahui, Anda bukan saja akan lebih mudah mengingat ide baru tersebut, tetapi Anda juga akan meluaskan pemahaman baru. Misalnya, katakanlah Anda sedang mempelajari planet-planet di alam semesta untuk pertama kalinya. Anda diberi informasi seperti berikut:

  1. planet-150x150Ada sembilan planet dalam tata surya kita.
  2. Susunannya yang benar dari Matahari adalah: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto.
  3. Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars adalah planet kecil; Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus adalah planet besar; dan Pluto adalah planet kecil.
  4. Semakin besar planet, semakin kuat daya tarik gravitasinya.
  5. Semakin dekat ke Matahari, semakin banyak cahaya dan panas yang mencapainya.

Setelah mempelajari kelima informasi ini, suatu saat Anda mendengar percakapan di antara dua orang dalam bis. Mereka memperkirakan kehidupan di Neptunus. Karena otak Anda berpikir secara sinergis, Anda merasa bisa menyumbang ke perbincangan ini secara pintar: untuk mempertahankan kehidupan, planet harus menyediakan cahaya, kehangatan, oksigen, dan daya tarik gravitasi yang cukup. Anda tahu Neptunus jauh dari matahari, artinya akan sedikit cahaya dan kehangatan. Anda juga tahu Neptunus adalah planet besar, jadi daya gravitasinya akan sangat besar-jauh lebih besar daripada yang sanggup dihadapi bentuk kehidupan. Dari semua ini Anda menyimpulkan meskipun Anda tidak tahu apakah Neptunus menyediakan oksigen, kemungkinan besar tidak ada kehidupan di Neptunus.

Peta pikiran membantu otak membuat asosiasi dan lompatan-lompatan besar dalam pemahaman. Mereka menggandakan kegiatan inti otak untuk membuat kaitan-kaitan.

Membantu Otak Membuat Asosiasi

Ketika Anda mengingat sesuatu, bantulah otak membuat asosiasi dengan mencari atau menggunakan:

  • Pola. Selalu cari pola-pola dalam informasi yang ingin Anda ingat. Misalnya, jika Anda pergi ke pasar dan perlu mengingat barang yang harus Anda beli, susunlah bahan makanan Anda ke dalam kelompok (buah, sayur, daging, dan sebagainya). Pola-pola lain yang bisa Anda cari termasuk urutan ukuran, urutan peristiwa, dan kelompok warna. Cara Anda membuat peta pikiran otomatis akan membantu Anda mengenali pola-pola dalam informasi.
  • Nomor. Pengaturan informasi dalam urutan nomor bisa sangat membantu Anda mengingat daftar kata.
  • Simbol. Penggunaan simbol dan gambar adalah cara yang istimewa untuk menciptakan pemicu bagi ingatan Anda. Misalnya, setiap kali Anda memunculkan sebuah ide yang bagus, Anda bisa menggambar bola lampu di sisinya.
  • Peta pikiran. Seni menggambar peta pikiran mendorong otak untuk membuat asosiasi: setiap cabang mengaitkan satu pikiran lainnya. Peta pikiran juga merupakan cara yang cerdik untuk mengatur informasi ke dalam kelompok pada sebuah halaman dan menggunakan gambar-gambar sebagai simbol-simbol pemicu.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/kekuatan-asosiasi

Kategori:Peta Pikiran Tag

Menghindari Ketegangan Otak

Ketika dihadapkan dengan suatu masalah yang memerlukan perhatian, seringkali kita semua mencoba “memaksa” otak untuk menemukan sebuah solusi. Pendekatan ini bukan saja merupakan cara yang buruk untuk memberdayakan kreativitas kita, tetapi juga bisa mengakibatkan ketegangan yang nantinya menjadi semakin parah, begitu kita kehilangan tidur pada malam hari karena membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan pada waktu pikiran kita bergumul dengan masalah. Membuat otak menjadi tegang dengan cara demikian ketika lelah dan terlalu cemas tidak akan menghasilkan solusi yang memuaskan.

Daripada seperti itu, jauh lebih baik Anda menggunakan mind map (peta pikiran) setiap kali berada dalam situasi yang menuntut kejelasan, diagnosis, dan solusi. Pandanglah situasi tersebut sebagai suatu tantangan positif, kesempatan untuk memperlihatkan keahlian dan melenturkan otot-otot kreatif Anda.

Anda dapat menggunakan peta pikiran untuk memecahkan masalah di tempat kerja dengan mengambil salah satu dari dua jalan berikut:

  1. Mulailah dengan masalah itu sendiri sebagai gambaran sentral dan bergeraklah maju. Misalnya, jika Anda menerima keluhan dari pelanggan tentang standar pelayanan yang buruk, gambaran sentral Anda adalah pelanggan yang merengut tidak puas.
  2. marahMulailah dengan sebuah solusi sebagai gambaran sentral Anda dan bergeraklah mundur. Di sini gambar pelanggan Anda yang marah karena tidak puas berubah menjadi gambar pelanggan yang sedang tersenyum puas menceritakan organisasi Anda yang menakjubkan kepada para teman dan keluarga.

Kedua pendekatan ini sama-sama bisa digunakan. Bahkan Anda. Dan tim Anda bisa memusatkan perhatian pada masalahnya dengan semakin jelas jika Anda menggambar kedua peta pikiran tersebut dan memerhatikan di mana keduanya saling melengkapi.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/menghindari-ketegangan-otak

Kategori:Peta Pikiran Tag

Memaksimalkan Otak Kiri-Kanan dengan Coretan Berwarna

Mengubah kebiasaan dengan memperkenalkan pengalaman baru tak lepas dari pro-kontra. Seperti dialami Murbadi Yohanes, guru kelas IV di Sekolah Dasar Katolik Mater Dei di Pamulang, Tangerang, saat memperkenalkan metode pemetaan pikiran (mind map) kepada anak didiknya empat tahun lalu. Murbadi tidak hanya ditertawakan, tetapi juga dicemooh orangtua murid dan guru karena memakai metode yang belum pernah dilakukan sebelumnya. ”Dua tahun pertama berat. Banyak kendala. Orangtua murid kerap protes kenapa anak tidak mencatat di sekolah. Yang ada coretan anak yang tak mereka mengerti,” kata Murbadi, Rabu (9/9).

Murbadi mulai menyosialisasikan metode ini kepada orangtua murid. Akhirnya muncul kesadaran metode itu membuat anak lebih bebas dan ekspresif. Untuk sementara, kata Murbadi, metode ini baru dilakukan di kelas IV dan V SD pada semua mata pelajaran. Adapun untuk kelas I dan II SD metode ini digunakan pada pembuatan rencana kegiatan belajar. ”Yang penting anak senang dan tahu cara belajar,” kata Murbadi.

Namun, menurut Kepala Sekolah SDK Mater Dei, Sr Veronique Marie SPM, tak semua mata pelajaran bisa dipaparkan dengan metode itu. Tak semua anak juga cocok dengan metode itu karena tiap anak memiliki gaya belajar berbeda. ”Kuncinya di kreativitas guru,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Heri Purnomo, guru kelas I dan II SMA Regina Pacis, Jakarta, juga tidak mengharuskan anak didiknya memakai metode yang dapat digunakan anak untuk menelusuri materi pelajaran yang pernah dipelajari itu. ”Metode ini bisa membantu rencana kegiatan belajar. Anak jadi tahu nanti harus melakukan apa,” kata Heri.

Berpikir radian

Djohan Yoga, instruktur pemetaan pikiran dari IndoMind Map®, Selasa, mengatakan, metode ciptaan Tony Buzan tahun 1970-an itu adalah alat berpikir yang memakai otak kiri (kata, angka, logika) dan kanan (gambar, warna, ritme, imajinasi) secara simultan dan sinergis yang menjadi alat visualisasi sederhana membantu berpikir lebih cepat, menata ide pikiran, solusi masalah, dan membuat keputusan dengan cepat.

Penggunaan otak kanan tak maksimal karena sistem pendidikan Indonesia membiasakan penggunaan otak kiri dengan hanya mengembangkan kecerdasan verbal dan logika.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/memaksimalkan-otak-kiri-kanan-dengan-coretan-berwarna

Kategori:Peta Pikiran Tag,

Latihan Peta Pikiran: dari Gagal Menuju Sukses

Dengan metode TEFCAS marilah kita buat peta pikiran.

TEFCAS-imagemapPada cabang T=Trial (Percobaan), tambahkan anak cabang tentang apa yang ingin Anda capai-tujuan Anda-dan apa yang sebenarnya Anda coba.

Selanjutnya, pikirkan apa E=Event (Peristiwa)-nya. Apa yang terjadi? Apa yang keliru? Apa yang sejalan dengan rencana?

Sekarang kembangkan cabang F=Feedback (Umpan balik). Jika sampai di sini Anda menyerah, mungkin Anda tidak memeriksa apa yang telah keliru. Sekarang Anda perlu melakukannya. Apakah Anda merencanakan secara utuh? Apakah informasi Anda lengkap? Apakah Anda menanyakan ide-ide tentang mengapa sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana kepada orang-orang lain yang terlibat? Apa yang mereka katakan? Umpan balik adalah tahap vital pembelajaran dan Anda perlu seobjektif mungkin menjamin sukses di kemudian hari.

Selanjutnya, lihatlah cabang C=Check (Periksa). Pelajaran apa yang Anda pelajari dari umpan balik yang Anda dapatkan? Apakah Anda perlu menajamkan beberapa keterampilan? Apakah Anda perlu merencanakan dengan lebih baik? Haruskah Anda memiliki rencana cadangan agar Anda bisa lebih fleksibel dalam merespon hasil?

Pada cabang kelima, A=Adjust (Menyesuaikan), jelajahi apa yang lain waktu perlu Anda lakukan untuk mengalihkan gagal menjadi sukses. Apakah Anda perlu lebih banyak berlatih agar Anda lebih bugar pada lain harinya? Apakah Anda meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajari bahan atau merencanakan peristiwa? Apa yang akan Anda lakukan di lain waktu untuk menghindari kejatuhan di dalam percobaan pertama? Apakah Anda mulai melihat bagaimana Anda bisa sukses di percobaan berikutnya?

Akhirnya, jelajahi cabang S=Success (Sukses) dari peta pikiran Anda. Apa yang akan Anda capai ketika sukses kali berikutnya? Bagaimana kelak perasaan Anda terhadap diri sendiri ketika Anda sukses? Apa yang kelak Anda akan pelajari?

Sumber: http://ksupointer.com/2009/latihan-peta-pikiran-dari-gagal-menuju-sukses

Kategori:Peta Pikiran Tag,

Menaklukkan Momok Pelajaran Hafalan dengan Mempelajari Cara Menggunakan Otak Sejak Dini

stres-anakOtak anak kesulitan “menggambarkannya” atau memvisualisasikan apa yang telah dipelajarinya. Walaupun anak Anda dikategorikan cerdas, tapi kalau daya ingatnya rendah, mana mungkin ia bisa menjadi yang terbaik di kelas? Karena pelajaran yang sudah dipelajari olehnya semalaman tetap tidak bisa “terpatri” dengan baik di otaknya.

Hal itu bisa terjadi karena keterbatasan otak menerima semua informasi. Sebab dari kecil kita sudah terbiasa belajar dengan cara membaca semua materi pelajaran sekaligus. Tapi, biasanya habis ujian kita langsung lupa. Itu bukan pembelajaran namanya. Yang namanya belajar, kita akan ingat terus apa yang dipelajari.

Kelemahan tersebut bisa ditangkis dengan melakukan peta pikiran (mind mapping). Saat ini, masih jarang orang yang diajarkan cara menggunakan otaknya di sekolah (bahkan mungkin tidak pernah). Bahkan hampir semua orang di belahan dunia mana pun belajar tanpa merujuk ke cara kerja otak. Otak sebagai organ paling vital dalam belajar sama sekali tidak dipelajari terlebih dahulu cara bekerjanya oleh para pendidik dan anak didik.

Apalagi ternyata otak didesain untuk mencari makna. Sel-sel saraf otak akan tumbuh ‘hebat’ apabila diberi tantangan dan rangsangan-rangsangan baru. Bahkan hasil riset Roger Sperry (ahli biologi peraih hadiah Nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran tahun 1981) yang menunjukkan bahwa otak memiliki dua belahan yang masing-masing bekerja secara sangat berbeda. Pada dasarnya, otak kiri bersifat rasional dan otak kanan lebih emosional. Menurut penelitian pula, otak amat berespon baik terhadap kata-kata kunci, gambar, warna, serta adanya asosiasi secara langsung. Tugas merespon ini dilakukan oleh kedua otak tadi.

Tokoh-tokoh brilian seperti, Albert Einstein, Leonardo Da Vinci,  Pablo Picasso, dan Winston Churcill pun ternyata menggunakan gambar-gambar yang mirip suatu catatan pelajaran mereka saat sekolah. Dari situlah Tony Buzan sang penemu teknik peta pikiran (mind map) mempelajari bahwa dalam menyerap informasi, orang-orang jenius itu memanfaatkan kedua bagian otaknya. Caranya dengan menggunakan gambar-gambar atau apa yang disebut dengan memori fotografi. Jadi bagaikan seorang fotografer yang mampu merekam momen atau situasi dalam foto.

Menurut Tony Buzan, dengan memanfaatkan gambar dan teks ketika seseorang mencatat atau mengeluarkan ide yang ada di dalam pikiran, maka kita telah menggunakan dua belahan otak secara sinergis. Apalagi jika dalam peta pikiran itu kemudian ditambahkan warna-warna dan hal-hal yang memperkuat emosi.

Dengan kata lain, peta pikiran merupakan sebuah jalan pintas yang bisa membantu siapa saja untuk mempersingkat waktu sampai setengahnya untuk menyelesaikan tugas. Bahkan teknik temuan Buzan ini bisa dilakukan dalam aktivitas apa pun dan saat belajar mata pelajaran apa pun. Misalnya menyusun daftar belanja, mengingat resep, menyusun makalah, presentasi, rapat, menyiapkan pesta, dan lain sebagainya.

Peta pikiran juga bisa digunakan untuk membuat catatan dengan cara membuat pengelompokan atau pengkategorian setiap materi yang dipelajari. Intinya meringkas apa yang tengah dipelajari. Setiap kategori dipastikan akan lebih mudah diserap karena di dalam otak sudah terdapat bagian yang bertugas menyimpan materi.

Peta pikiran dibentuk oleh kata, warna, garis, dan gambar. Menyusunnya pun tak sulit, bisa dilakukan anak hingga dewasa dan diterapkan untuk keperluan apa saja. Anak 4 tahun saja sudah bisa membedakan gambar dan mengimajinasikan atau mengasosiasikan yang merupakan hal-hal dasar dari peta pikiran. Tulisan atau kata-kata bukanlah syarat utama yang harus ada dalam peta pikiran.

Jadi, bila sejak kecil anak dibiasakan menggunakan peta pikiran, kapasitas otaknya pun akan bertambah. Anak akan terbiasa menghasilkan ide-ide. Disamping terlatih memecahkan masalah atau mencari solusi dari cara berpikir yang simultan dan kreatif. Peta pikiran membantu anak membuat catatan pelajaran lebih menarik, mudah diingat sekaligus mudah dimengerti.

Sumber: http://ksupointer.com

Kategori:Peta Pikiran Tag

Sebuah Gambar Berbicara Seribu Kata

Hukum Pemetaan Pikiran

Hukum pemetaan pikiran sangat sederhana. Ketika pikiran memasuki otak Anda, rekamlah, bukan dalam bentuk tulisan tapi dalam bentuk diagram atau simbol dan gunakan warna-warna.

Gunakan gambar, gambar-gambar kecil-gambar rumah kecil atau gambar pohon kecil di depannya. Buatlah cabang untuk gambar yang baru, gunakan satu kata kunci untuk setiap garis; gunakan simbol. Saat kita mencatat kita sudah menggunakan simbol karena itu gunakanlah simbol dan desain yang khusus untuk Anda. Artinya, setiap Anda membuat peta pikiran, artinya peta pikiran itu untuk Anda bukan untuk orang lain. Hebat bukan? Anda bisa menyimpan informasi yang ingin Anda ketahui dengan cara yang khusus hanya untuk Anda.

Membuat Peta Pikiran dan Manfaatnya

  • Langkah pertama, tulislah masalah yang ingin Anda pecahkan atau tantangan utamanya di tengah-tengah.
  • Langkah kedua, buatlah cabang-cabang utama semua topik sewaktu topik-topik itu memasuki pikiran Anda.
  • Langkah ketiga, buatlah ranting atau cabang dari topik itu yang mempengaruhi dan berhubungan dengan ranting itu.

Jadi, ketika Anda berpikir tentang suatu tantangan, misalnya Anda sedang menyeberang jalan dan tiba-tiba ada sesuatu yang masuk ke dalam pikiran Anda seperti ada penyeberangan di sebelah sana atau ada kendaraan lewat di arah yang berlawanan atau saya perlu melihat toko di jalan sebelah sana. Ini adalah semua aspek yang akan memasuki bagian yang berbeda dari suatu peta pikiran. Anda menggunakan jenis peta pikiran ini bila Anda sedang membuat catatan atas apa yang Anda dengarkan.

gambar-lukisanTujuan peta pikiran adalah menciptakan suatu gambar. Seberapakah kehebatan sebuah gambar? Sebuah gambar mewakili berapa kata? Seribu kata. Ungkapan ini telah sering didengar. Informasi dari gambar masuk ke dalam sisi otak  yang kreatif kemudian Anda jelaskan dengan sisi otak sebelahnya, yaitu otak analitis.

Di lain pihak, bila ada seribu kata dan hanya ada sepuluh detik waktu untuk membacanya, berapa banyak kata yang bisa Anda ingat? Anda akan sibuk sekali mengingat seratus kata dari seribu kata itu bukan? Tetapi, ketika melihat gambar, informasi mengalir dengan mudah sekali. Oleh karena itu, tujuan peta pikiran adalah menciptakan sebuah gambar. Dan ketika kita menciptakan sebuah gambar kita juga bisa menambah atau menguranginya.

Salah satu fungsi peta pikiran adalah memperbaiki sebuah topik. Peta pikiran bisa dibuat untuk memecahkan masalah, menulis makalah atau esai, atau untuk segala jenis rangkuman. Bila peta pikiran telah dibuat, tempelkanlah di dinding dan lihatlah dengan cepat seperti melihat lukisan dan Anda akan mengingatnya dengan sisi kreatif otak Anda. Keesokan harinya, lihatlah kembali. Apabila dinding di rumah atau di kantor sudah penuh, ambillah peta pikiran itu dan simpanlah di map atau di buku catatan. Lihatlah kembali seminggu kemudian, sebulan kemudian, dan revisilah bagian yang tidak diketahui. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa di tahun berikutnya Anda bisa tetap mengingatnya sampai 80%. Bukan main!

Sumber: http://ksupointer.com/2009/sebuah-gambar-berbicara-seribu-kata

Kategori:Peta Pikiran Tag

Bagaimana Kita Bisa Mendorong Kreativitas Kita?

images4Untuk membebaskan potensi kreatif, Anda perlu menumbuhkan suatu lingkungan pemikiran bagi otak yang akan membebaskan cara pikir sinergisnya. Otak tidak berpikir secara linier atau berurutan seperti komputer, tetapi berpencar ke luar dan meledak.

Pemikiran kreatif melibatkan penggunaan seluruh keterampilan mental otak kiri dan kanan, termasuk:

Otak Kiri:

  • Kata-kata
  • Logika
  • Angka
  • Urutan
  • Linearitas
  • Analisis
  • Daftar

Otak Kanan:

  • Irama
  • Kesadaran ruang
  • Gestalt (gambar keseluruhan)
  • Imajinasi
  • Melamun
  • Warna
  • Dimensi

Sistem pendidikan cenderung berfokus pada keterampilan otak kiri dan kurang menekankan keterampilan otak kanan, yang langsung berdampak pada kemampuan kita berpikir secara kreatif. Bila latar belakang akademis Anda mengembangkan kemampuan verbal, metematikal, dan analitikal tetapi mengabaikan keterampilan seperti menggambar, melukis, dan musik atau sebaliknya, maka kemungkinan besar Anda hanya memasuki sebagian dari kemampuan kreatif Anda. Apa yang Anda dapatkan ketika Anda menggabungkan keterampilan otak kiri dan kanan? Peta pikiran (mind map)! Peta pikiran melibatkan setiap aspek dari korteks kiri dan kanan, dan karenanya merupakan alat pikir istimewa yang melibatkan seluruh bagian otak.

Peta pikiran adalah satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk membantu Anda berpikir secara ekspansif, berpikir secara kreatif. Manakala Anda butuh menghasilkan ide, merencanakan sesuatu dengan khas, atau menggugah imajinasi, keluarkan secarik kertas dan buat peta pikiran Anda.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/bagaimana-kita-bisa-mendorong-kreativitas-kita

Kategori:Peta Pikiran Tag

Memulai Usaha Baru

usaha-baruMungkin Anda sedang berpikir memulai bisnis sendiri, misalnya toko atau perusahaan. Atau mungkin Anda ingin melakukan sesuatu yang berskala lebih kecil, misalnya memulai layanan pengasuh bayi atau klub anak-anak sepulang sekolah. Apa pun ide Anda, peta pikiran bisa membantu Anda merencanakan dengan lebih cerdas dan berhasil.

Ada begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika Anda memulai usaha baru. Ini bisa menjadi tugas yang menakutkan. Tetapi, bila Anda menggunakan peta pikiran, Anda dapat memastikan Anda sudah memikirkan segalanya dengan cermat. Misalnya, di mana lokasi bisnis yang Anda rencanakan? Apakah Anda membutuhkan tempat sendiri atau bisa bekerja dari rumah? Dan bagaimana dengan staf? Apakah Anda perlu mempekerjakan orang lain atau bisa mengelolanya sendiri? Bagaimana Anda akan membiayai usaha tersebut? Apakah akan diperlukan modal besar? Apakah Anda perlu meminjam uang? Semua masalah ini dapat ditempatkan dan direncanakan dalam peta pikiran, menggunakan kata-kata kunci untuk setiap hal utama yang harus Anda pertimbangkan. Ini memungkinkan Anda melihat masalah sebelum masalah itu muncul, dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menghindarinya.

Ketika usaha mulai berkembang, Anda dapat menggunakan peta pikiran bersama resep sukses TEFCAS (Trial, Event, Feedback,  Check, Adjust, Success) sebagai titik acuan untuk memeriksa bahwa segalanya berjalan dengan benar. Misalnya, sering kali keuangan dan aliran dana mengambil begitu banyak waktu dan kepentingan sehingga Anda akan mudah melupakan semua ide cemerlang yang telah Anda miliki untuk menghasilkan uang itu. Mungkin Anda mengesampingkan semua ide pemasaran yang telah Anda miliki (ironisnya, ini adalah inisiatif pemasaran yang dapat meningkatkan penghasilan Anda). Tetapi, jika mengacu ke peta pikiran secara berkala, Anda tidak akan melupakan ide-ide awal, dan akan bisa menerapkannya di waktu yang tepat.

Dengan peta pikiran di sisi Anda, Anda memberi awal bagi keberhasilan usaha baru Anda.

Sumber: http://ksupointer.com/2009/memulai-usaha-baru

Kategori:Peta Pikiran Tag