Arsip

Arsip untuk kategori ‘Obesitas’

Awas, Obesitas Anak Picu Kanker Lho

sehat dan kurangnya aktivitas fisik serta stress.

Adanya prediksi peningkatan kasus kanker sebesar 10% per tahun oleh WHO pun menjadi perhatian penting Depkes. Berdasarkan data statistik rumah sakit dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2006 lalu kanker payudara menempati uritan teratas pada pasien rawat inap, diikuti kanker leher rahim, kanker hati dan saluran empedu intrahepatik, limfoma non hodgking dan leukimia.”Leukimia ini merupakan jensi kanker yang sering terjadi pada anak,” tutur Siti Fadilah

Selengkapnya klik disini …….

By Republika Newsroom

ARTHAZONE.COM

Kategori:Obesitas Tag

Ancaman Dari Obesitas

Acapkali obesitas atau kegemukan memiliki pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Namun secara pengertian umum obesitas bermakna kelebihan berat badan yang jauh melebihi berat yang diinginkan.

Tidak jarang kita sering dibuat bingung dengan pengertian obesitas dan kelebihan berat badan, padahal kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain.

Selengkapnya Klik disini

Dari berbagai sumber

Kategori:Obesitas Tag

Hindari Obesitas

Kapan disebut obesitas ?

Setiap hari kita sering mendengar kata obesitas, kapan orang dikatakan obesitas ? jika orang tersebut setelah diukur BMI ( body mass Index) melebihi 30kg/m2 (kriteria WHO). Ada yang mengatakan kalau orang indonesia diatas 25kg/m2 sudah termasuk obesitas.Cara mengukur BMI bagaimana ?

Selengkapnya klik disini ….

www.hartadi.com/hindari-obesitas


Kategori:Obesitas Tag

Obesitas adalah Penyakit Menular

Apakah Anda makan dengan rutin dan teratur? seberapa banyak porsi Anda? Diluar sarapan, makan siang dan makan malam apakah Anda makan makanan kecil, gorengan, ngemil atau minum yang manis-manis?

Selengkapnya klik disini …..

by windhojong

http://sehatmusehatku.files.wordpress.com/

Kategori:Obesitas Tag

Obesitas 2

Kategori:Obesitas Tag

Obesitas 1

Kategori:Obesitas Tag

PERAN MAGISTER PSIKOLOGI DALAM PENANGANAN OBESITAS

Obesitas adalah akumulasi dari lemak tubuh yang berlebihan

Secara umum lemak dalam tubuh adalah 20-27% dari jaringan tubuh untuk perempuan dan 15-22% pada laki laki

Pengukuran menggunakan body mass index (BMI)

Orang masuk dalam kategori overweight jika BMI 25 atau lebih, dan termasuk obese bila lebih dari 30 (NCHS,2003 dalam Sarafino)

download peran-magister-kesehatan-dalam-penanganan-obesitas-1

Kategori:Obesitas Tag

OBESITAS DI KALANGAN ANAK MUDA

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebih.

Download Fatya-Obesitask

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebih.

Kategori:Obesitas Tag

Strategi Agar Si Kecil Terhindar dari Obesitas

michaelhomekecil(1)Obesitas merupakan masalah bagi setiap orang. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, semua mengkhawatirkan masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Bagi Anda yang mempunyai anak kecil, jangan Anda pernah berpikir bahwa masalah kelebihan berat badan merupakan hal yang biasa, karena justru terkadang hal tersebut bisa berbahaya bagi kesehatannya. Berikut akan dibahas beberapa penyebab dan cara untuk menjaga berat badan anak Anda :

Beberapa penyebab anak Anda mengalami obesitas :

Kebiasaan makan yang terlalu banyak

Kebiasaan anak untuk mengkonsumsi makanan secara berlebihan dapat membuatnya kelebihan berat badan. Apalagi bila makanan yang sering dikonsumsi oleh sang anak banyak mengandung kalori, gula, dan garam yang tinggi. Contoh makanan yang dapat meningkatkan berat badan adalah makanan seperti snack, permen, kudapan, dan minuman bersoda.

Terlalu sedikit bergerak

Anak yang lebih sering melakukan kegiatan yang bersifat pasif biasanya akan lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Hal tersebut terjadi karena anak tersebut jarang melakukan aktivitas yang membakar kalorinya. Agar anak Anda tidak mengalami obesitas, biasakan anak Anda untuk melakukan banyak aktivitas seperti olahraga dan lainnya yang membuatnya banyak bergerak.

Terlalu sedikit bergerak

Anak yang lebih sering melakukan kegiatan yang bersifat pasif biasanya akan lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Hal tersebut terjadi karena anak tersebut jarang melakukan aktivitas yang membakar kalorinya. Agar anak Anda tidak mengalami obesitas, biasakan anak Anda untuk melakukan banyak aktivitas seperti olahraga dan lainnya yang membuatnya banyak bergerak.

Genetik dan hormonal

Faktor genetik atau hormonal sangat berpengaruh terhadap berat badan anak Anda. Bila anak Anda lahir dari keluarga yang biasanya mengalami kegemukan, biasanya secara genetik ia mudah untuk mengalami kenaikan berat badan

Untuk mencegah terjadinya obesitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk anak Anda. Tips mencegah obesitas bagi anak tentu berbeda dengan tips untuk orang dewasa. Seperti mengenai makanan yang mengandung nutrisi dan kalori, biasanya seorang anak tetap memerlukan nutrisi dan kalori lebih banyak dari orang dewasa karena nutrisi tersebut berguna sebagai tambahan sebagai ‘bahan bakar’ untuk tumbuh kembang.  Meskipun demikian, tetap saja kalori yang masuk dengan kalori yang keluar harus seimbang.

Berikut tips untuk mencegah obesitas bagi anak Anda:

Latih kepekaan rasa mereka.

Kalau anak dibiasakan mengkonsumsi makanan yang sehat, pola ini akan terbawa sampai dirinya menjadi besar.  Karena itu, mulailah membentuk kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat sejak dini.

Hanya sajikan makanan yang sehat.

Jangan membiasakan anak Anda mengkonsumsi makanan yang menunjang peningkatan berat badan, seperti makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan kalori yang tinggi. Selain itu, jangan sering menyediakan makanan seperti kudapan yang tidak sehat, permen, dan minuman bersoda. Sebaliknya, perbanyak makanan sehat untuk anak Anda seperti sayur dan buah, batasi asupan gula, dan lakukan pengolahan makanan secara sehat, seperti lebih banyak menyediakan makanan yang direbus ketimbang digoreng.

Makan tidak perlu berlebihan.

Anda jangan membiasakan si kecil untuk makan secara berlebihan, karena bila ia terbiasa makan yang berlebihan, pada akhirnya Anda akan menjadi repot untuk menyuruhnya berhenti makan.

Biasakan anak Anda untuk beraktivitas

Carilah aktivitas yang membuatnya bergerak, seperti olahraga. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, tetapi yang penting jangan sampai ia tidak pernah bergerak, karena anak yang jarang bergerak biasanya lebih mudah mengalami peningkatan berat badan.

(Elfi-Fanya Jodie/FJ/VBL/Dari berbagai sumber)

Foto oleh Dokumentasi Vibizlife / Model : Michael Joshua


download tulisan di sini

Kategori:Obesitas Tag

Gagal Jantung Akibat Obesitas

gemukMasalah kegemukan atau obesitas nyatanya tak hanya mencederai estetika bentuk tubuh, tapi juga sejumlah fungsi organ tubuh. Salah satu organ tubuh yang berpotensi mengalami kerusakan akibat obesitas adalah jantung.

Masih ingat kasus kematian salah satu aktor komedi Ngelenong Nyok yang kondang dengan sebutan “Big Dicky”, 30. Aktor bertubuh tambun itu meninggal setelah sebelumnya sempat beberapa hari mendapatkan perawatan di RS MMC, Kuningan, Jakarta Pusat.

“Big Dicky” yang menderita obesitas itu dikabarkan meninggal akibat gagal jantung. Sudah sejak lama pria bernama asli Agung Firmansyah itu diketahui mengalami penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung dan parunya.

Sebetulnya bukan cuma “Big Dicky” yang mengalami gagal jantung akibat kegemukan. Sudah banyak penderita obesitas lainnya yang mengalami nasib serupa. Apa sebenarnya pengaruh obesitas terhadap munculnya penyakit jantung, sehingga obesitas sering pula disebut sebagai penyebab utama penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).

Salah satu dokter spesialis jantung di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dr. Adnil Basha menjelaskan penderita obesitas sangat berpotensi mengidap penyakit jantung karena tingginya beban kerja pada jantung mereka. Menurut dokter yang kerap menangani penderita jantung dengan faktor risiko obesitas itu, dengan besarnya tubuh seseorang yang masuk kelompok obesitas, jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh.

“Bila kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, bisa terjadi yang disebut gagal jantung,” kata dr. Adnil kepada Media Indonesia seusai jumpa pers memperingati hari ulang tahun ke-50 Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI), Sabtu (17/11) di Jakarta.

Kerja jantung, lanjut dr. Adnil, kian diperberat karena penderita obesitas umumnya juga mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Munculnya tekanan darah tinggi itu, kata Adnil, disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak.

“Kombinasi antara obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, bisa timbul penebalan pada dinding bilik jantung yang disertai dengan kekurangan oksigen. Keadaan itulah yang akan pula mempercepat terjadinya gagal jantung,” tambahnya.

Selain mengalami penebalan dinding bilik jantung, Adnil menjelaskan, biasanya penderita obesitas juga mengalami pembengkakan jantung atau jantung membesar. Hal itu, menurutnya, disebabkan volume cairan darah yang dimiliki oleh penderita kegemukan lebih banyak.

Sebenarnya obesitas sendiri, menurut Adnil, dibedakan atas dua tipe, yakni obesitas yang merupakan bawaan sejak lahir dan yang baru diderita setelah orang dewasa.

“Biasanya, penyakit jantung itu hinggap pada penderita obesitas yang baru mengalami masalah kegemukan setelah dewasa, bukan yang sejak lahir. Karena pada penderita obesitas setelah dewasa, jantungnya belum beradaptasi dengan tubuh yang besar,” jelas dr. Adnil lagi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah ada, lanjutnya, sekitar 50%-60% penderita obesitas mengalami masalah pada jantungnya. Tapi, menurut dia, permasalahan lanjutan dari obesitas itu masih sangat tergantung pada pola hidup yang dikembangkan oleh penderita.

Lantaran itulah, yang harus dibenahi pertama kali dalam penanganan penderita jantung dengan faktor risiko obesitas adalah pola hidup serta makan mereka. Sehingga hasil yang bisa dicapai adalah badan lebih kurus, darah lebih encer, dan penurunan kolesterol.

“Pengurangan berat badan hingga 10% bisa menurunkan kemungkinan penyakit jantung. Karena itu dalam penanganan pasien jantung dengan dasar obesitas, mesti dilibatkan juga ahli gizi,” kata dokter yang juga menjabat sebagai Kepala UPF Kardiologi Preventif dan Rehabilitatif RS Harapan Kita itu.

Lebih lanjut, dr. Adnil menegaskan dalam proses penurunan berat badan pada penderita obesitas, ia tidak menyarankan penggunaan obat pelangsing secara bebas. Sebab, kata dia, obat pelangsing juga berpotensi menimbulkan gangguan jantung.

Ihwal tindakan operasi pada pasien jantung yang menderita obesitas, Adnil menuturkan, risikonya jauh lebih tinggi ketimbang pasien tanpa obesitas. Sebab, kata Adnil, mesti dicermati betul tekanan darah pasien, komposisi darah, serta fungsi ginjal, paru-paru, dan juga jantung.

Khusus untuk laki-laki, Adnil memberi gambaran bahwa obesitas dapat diukur dari lingkar pinggang. Lelaki dengan sentral obesitas di bagian perut, menurut dia, cenderung menderita penyakit jantung koroner. “Sedangkan untuk wanita, ukuran seseorang menderita obesitas atau tidak dapat diukur pada lingkar pinggulnya. Tapi wanita memiliki hormon pelindung dari serangan jantung yang bekerja selama dirinya masih datang bulan,” katanya.

Dikutip dari http://ksupointer.com/

Kategori:Obesitas Tag