Arsip

Arsip penulis

Kesuburan Media Tanam Perlu Terus Dijaga

Media tanam. Foto: iDEA/Tri Rizeki  Darusman

Tanah atau media tanam wajib diolah secara berkala. Tujuannya untuk menjaga kesuburan tanah dan tanaman.

Ada berbagai jenis media tanam bisa dipergunakan pada taman. Media yang baik, tentu bergantung juga pada jenis tanamannya. Untuk pohon atau perdu, bahkan rumut, tanahlah yang merupakan media tanam terbaik.

Mengolah media tanam harus dilakukan sejak awal pembangunan taman. Ketika ingin menanam pohon, idealnya perlu digali tanah hingga kedalaman sekitar 50cm, dengan panjang-lebar 50cm. Sebelum tanaman ditempatkan, masukkan dulu kompos, dengan sedikit campuran pasir. Hal ini untuk menjaga agar kelak pertumbuhan akar pohon bisa lebih mudah dan cepat karena kompos dan pasir ini relatif gembur. Setelah itu, tanah bekas galian bisa dimasukkan kembali ke dalam lubang.

Langkah dasar pengolahan media tanam adalah sebagai berikut:

  1. Cangkul atau gemburkan tanah. Singkirkan material yang mengganggu kesuburan tanah dan tanaman, seperti batu, bongkahan semen, dan plastik.
  2. Jika tanah terlalu keras, campurkan pasir dan humus. Ini penting untuk meningkatkan porositas tanah alias memberi pori-pori pada tanah. Pori-pori membuat tanah dapat bernapas dan memudahkan air meresap ke dalamnya.
  3. Diamkan tanah sebelum ditanami selama tiga-tujuh hari. Jika memungkinkan, ukurlah tingkat keasaman tanah. Pastikan tingkat keasaman tanah pada level normal (ph=7). Jika tanah terlalu asam, taburkan butiran kapur ke atas permukaan tanah. Jika tidak memungkinkan, Anda cukup mendiamkannya saja, dan sesekali membalik tanahnya.
oleh: Rasantika M. SetaFoto: iDEA/Tri Rizeki Darusman

Kategori:Lingkungan Tag

Taman Rahasia di Atas Atap Rumah

Taman Rahasia di Atas Atap Rumah

Roof garden adalah taman yang bisa bersifat sangat personal. Hanya pemilik rumah dan orang-orang yang diizinkan oleh pemilik rumah yang bisa melihat dan masuk ke dalamnya. Karena sifatnya yang sangat privat, taman di atap dapat menjadi tempat menyepi atau “bersembunyi” yang paling tenang.

Bagi Theresiana, taman di atap rumahnya jadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu libur dengan rileks dan tenang, tanpa gangguan. Taman yang berada di level lima ini luasnya ±50m². Area taman dilengkapi area duduk beratap polikarbonat dengan lantai terakota dan satu bidang dinding berlapis bata ekspos. Cover ground di sekitar ruang duduk ditutup rumput gajah mini. Beberapa tanaman buah dan tumbuhan rambat, seperti pohon Jambu, Arbei, Nangka mini, dan Alamanda, yang ditanam dalam pot, melengkapi taman.

Berada di roof, garden ini terasa sekali suasana damai dan tenang. Tidak salah jika Theresiana senang mengisi waktu liburan untuk membaca di taman ‘rahasianya’ ini. Hanya perlu sedikit penataan untuk membuat suasana di sini semakin menyenangkan dan nyaman.

Area duduk telah dilengkapi dengan dua kursi kayu. Untuk menghadirkan suasana yang lebih cozy, lantai terakota ditutup dengan karpet bulu warna putih. Kursi dilapis kain tenun yang tebal dan lembut, lalu dilengkapi dengan bantal-bantal yang empuk.

Bed tray, yang dijadikan meja untuk meletakkan teh dan sejumlah cemilan, diletakkan dekat salah satu sisi kursi. Sementara sisi lainnya, ada lampu meja dengan kap berbentuk limas, yang menghiasi meja lipat.

Dengan tambahan bunga-bunga segar dalam tabung aluminium, terciptalah suasana baru yang lebih menyenangkan di roof garden. Menghabiskan waktu libur dengan membaca terasa sangat menyenangkan.

oleh: Dewi Kartini

Foto: iDEA/Tri Rizeki Darusman

Kategori:Lingkungan Tag

Taman Rumah: Indah Walau Pakai Tanaman dalam Pot

Indah Walau Pakai Tanaman dalam Pot

Semua lahan di rumah sudah ditutup semen, bukan berarti tidak bisa membuatnya hijau. Jangan patah semangat, tanaman dalam pot bisa menjadi solusi.

Taman pada foto di samping terletak di belakang rumah. Lahan di belakang rumah ini sebenarnya sudah tertutup konblok. Tapi itu tidak menyurutkan semangat pemilik rumah untuk menghijaukan area belakang rumahnya. Caranya dengan memenuhi lahan ini dengan tanaman-tanaman pot.

Kalau memasuki area taman belakang rumah ini, Anda akan menemui banyak sekali tanaman dalam pot. Semuanya tersusun rapi di atas rangka-rangka besi. Berbagai tanaman bisa dijumpai di sini, tanaman hijau dan tanaman bunga. Tak cukup di bawah, pemilik rumah juga membuat pot-pot gantung. Semakin hijaulah jadinya.

Ada ide unik di sini, kalau diperhatikan, rangka yang digunakan untuk mrenggantungkan pot di sini, terbuat dari pagar besi BRC. Mau membuatnya juga? Tinggal tambahkan penyangga, untuk menggantung pagar besi di dinding. Pastikan penyangganya cukup kuat. Pasalnya, Anda mungkin akan menggantung banyak pot di sini.

Taman ini bukan sekadar susunan tanaman-tanaman hijau. Pemiliknya juga memanfaatkan area ini sebagai area duduk. Semua pot sengaja disusun berkeliling, sehingga menyisakan ruangan kosong di bagian tengah. Ruangan kosong inilah yang dimanfaatkan untuk area duduk. Pemilik taman menempatkan set meja bulat dan empat buah kursi logam. Berwarna hijau senada dengan segarnya taman pot.

Menikmati sore di taman ini, bisa jadi kegiatan relaksasi murah meriah. Ditemani secangkir teh hangat, makanan kecil, dan beberapa majalah. Tak ketinggalan sejuknya berada di tengah puluhan tanaman pot. Pasti nyaman dan segar sekali. Tertarik membuat taman pot juga?

oleh: Anissa Q. Aini

Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Lokasi: Taman milik Budi dan Mariko, Cilandak, Jakarta Selatan

Kategori:Lingkungan Tag

Mengonversi Dinding Rumah Menjadi Taman Rumah nan Hijau

Mengonversi Dinding Rumah Menjadi Taman  Rumah nan Hijau

Desain taman berkonsep hubungan timbal balik antara penghuni dan alam sekitar. Inilah rumah yang menerapkan prinsip eko desain.

Rancangan hunian yang mengedepankan interaksi peng­huni dengan alam sekitarnya benar-benar disuguhkan di rumah ini. Kebutuhan untuk berinteraksi itu diujudkan melalui permainan layout, organisasi ruang, konversi fungsi lahan, sistem pendukung, dan elemen bukaan. Semua itu dirancang saling berhubung­an dan saling mendukung, sehingga tercipta hunian yang ramah lingkungan.

Massa bangunan terlihat mendominasi lahan horizontal, sehingga lahan seluas 264m2 itu nyaris tak bersisa. Tantangan ini yang mendorong untuk diterapkannya prinsip eko desain. Sang arsitek, Budi Pradono, piawai merancang hunian ini menjadi ramah lingkungan. Langkah awalnya adalah mengonversi lahan hijau pada setiap elemen bangunan.

Konversi lahan hijau yang paling menarik berada di lantai dua. Ada taman dan kolam ikan koi sebagai titik pusat ruangan, dengan pembatas area berupa kaca. Pohon tabebuia, talas-talas­an, dan hamparan rumput gajah mini membangun suasana hijau yang menyejukkan. Kesejukkan dapat dinikmati dari ruang keluarga, ruang duduk, ruang tamu, ruang makan, dan mushola.

Taman rumah pada dinding

Di sana juga hadir taman vertikal dengan planting box. Taman vertikal itu sebagai solusi cerdas untuk menghijaukan area di lahan minim. Boks-boks dari kayu bangkiray ditempelkan di dinding dengan susunan mozaik. Dalam setiap boks menjuntai tanaman sirih gading. Pemandangan menarik ini dapat dinikmati dari kamar tidur utama.

Bukan cuma dinding, atap pun hijau dengan rimbunnya tanaman kacang-kacangan berbunga kuning. Ini bisa dilihat pada atap ruang untuk petugas keamanan. Begitu pula di balkon atau teras lantai tiga. Area ini ditutup rumput gajah mini, sedangkan dindingnya dirambati tanaman merambat.
Sebenarnya ada juga olahan taman di area entrance. Di sini terdapat pohon bambu, yang berjajar di dekat tangga. Bambu-bambu ini berfungsi sebagai buffer, sekaligus suara alami, gesekan bambu ketika tertiup angin. Di situ juga ada teras dengan lantai kayu ulin.

Bagaimana cara merawat taman tersebut? Untuk penyiraman taman vertikal dipasang pipa-pipa yang menyalurkan air langsung ke dalam boks kayu tadi. Cara ini praktis, dan kebutuhan air bagi tanaman pun terukur. Sistemnya juga terpadu, dengan konsep recycle. Air bekas siraman atau air hujan bisa disalurkan melalui pipa-pipa dan ditampung dalam tangki yang ditempatkan di bawah tanah. Air ini kemudian diproses menjadi air yang layak untuk disiramkan lagi pada tanaman.

oleh: Johny H. Kakiay

Foto: iDEA/Richard Salampessy

Kategori:Lingkungan Tag

Membangun Suasana Taman nan Alami dengan 3.800 Pot

Membangun Suasana Taman nan Alami dengan  3.800 Pot

Ada sekitar 3.800 pot pada tanaman hijau yang tumbuh di dinding vertikal. Solusi menarik, taman rumah yang penuh daya tarik.

Menghadirkan suasana alam ke dalam rumah menjadi ide desain hunian tropis ini. Karena itu, tak heran jika tanaman hadir di setiap sudut dan elemen rumah. Yang menarik adalah pemanfaatkan dinding pembatas menjadi “pot” tanaman.

Sang arsitek, Adi Purnomo, merancang dinding yang dijadikan wadah pot tanaman itu. Dinding terbuat dari susunan bata yang dipasang miring dan bertumpuk, sehingga membentuk lubang.

Dinding setinggi 2,7m itu hampir mengelilingi bangunan. Pada dinding di bagian depan dan belakang rumah, “pot” dibuat dua sisi –menghadap ke luar dan ke dalam. Kalau dihitung-hitung, olahan dinding yang menjadi taman vertikal itu menghasilkan 3.800 “pot”.

Pot-pot dinding itu diisi tanaman berdaun hijau, seperti pakis-pakisan (Neprolepis exceltata), jenggot nabi (Pilea mummu larrifolia), dan maranta (Marantaceae). Pemilihan tanaman umumnya yang kecil dan bisa tumbuh dengan minim cahaya matahari.

Bukan cuma taman vertikal, ada juga taman di atap. Atap datar yang luas itu ditanami rumput gajah mini, dengan bugenfil di bagian tepi sebagai pembatas. Unsur hijau pun tersebar di mana-mana.

Membangun taman dengan tanaman dalam  pot

Sejak memasuki gerbang, kita disuguhi suasana alam yang kental. Ada pepohonan bertajuk besar, seperti rambutan, mangga, dan sawo, yang tumbuh dengan baik di sekitar halaman, lantas aneka perdu dan tanaman hias yang tak kalah subur. Pepohonan dan tanaman ditata secara acak, sehingga terlihat apa adanya dan berkesan natural.

Rumah ini dirancang dengan membaginya menjadi tiga area. Di lantai satu ada area publik dan area servis, sedangkan di lantai dua area privat. Di lantai satu terdapat foyer, mushola, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kamar tidur tamu. Ruang-ruang ini terbuka dengan orientasi ke taman.

Di lantai dua ada kamar tidur utama dan kamar tidur anak. Ada juga roof garden, yang biasanya digunakan untuk berkumpul dan bersantai anggota keluarga bersama kerabat dan teman.

Konsep desain rumah ini memang sungguh memperhatikan keberadaan taman dan bangunannya. Pengolahan area dan elemen bangunan menciptakan suasana alam yang unik.

oleh: Johny H. Kakiay

Foto: iDEA/Tri Rizeki Darusman

Kategori:Lingkungan Tag

Bisakah Varises Disembuhkan?

California, Pegal-pegal, panas dan nyeri adalah keluhan umum yang dirasakan penderita varises. Selain mengganggu penampilan, punya varises juga sering membuat aktivitas terhambat karena berdiri lama saja rasanya kaki sudah nyeri dan panas.

Varises adalah urat pada dinding yang lemah sehingga menyebabkan tonjolan di atas permukaan kulit. Tonjolan ini bisa muncul karena kebocoran katup dalam pembuluh saphenous di kaki yang mencegah aliran darah menuju jantung. Varises menyebabkan sakit, gatal dan terkadang terjadi komplikasi lain seperti eksim atau bisul.

Orang yang berisiko tinggi terkena varises adalah ibu hamil, juru masak, perawat, pelayan, penata rambut dan pekerjaan lain yang mengharuskan duduk atau berdiri lama.

Diperkirakan sekitar 20 persen sampai 30 persen masyarakat memiliki varises dan sekitar 25 juta wanita Amerika menderita varises.

Bisakah varises disembuhkan?

Deborah Heine adalah salah satu dari penderita varises. Ibu tiga anak ini selalu mengeluhkan rasa sakit di kakinya setiap bangun pagi.

Tapi keadaan itu berubah ketika ia menjalani prosedur singkat di Cedars-Sinai Medical Center dengan menggunakan metode baru next-generation radiofrequency catheter untuk mengobati varisesnya.

“Bantuan dalam semalam,” kata Heine ketika mendeskripsikan pengalamannya. Ketika bangun di pagi hari, Heine merasakan kakinya 10 pound lebih ringan. Dan ia bisa melakukan semua rutinitasnya tanpa mengalami rasa sakit.

Phillip Levin, MD, dokter di Cedars-Sinai adalah salah satu ahli bedah vaskular pertama di California Selatan yang menggunakan metode baru next-generation radiofrequency catheter yang disebut VNUS ClosureFASTTM ablation catheter untuk pengobatan varises.

“Waktu operasi dengan menggunakan new catheter setengah lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan catheter generasi sebelumnya,” kata Dr Levin, yang dianggap sebagai seorang ahli prosedur VNUS, setelah mengobati sekitar 300 pasien sejak tahun 2003 dengan ClosureFASTTM catheter, seperti dilansir Medicalnewstoday, Kamis (4/3/2010).

Dengan menggunakan catheter lama waktu operasi memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Prosedur yang sama sekarang hanya memerlukan waktu 15 sampai 20 menit, dengan 98 persen tingkat keberhasilan yang sama.

Catheter baru ini memungkinkan ahli bedah untuk mengobati pembuluh darah tanpa harus menarik atau mengubah posisi diantara segmen-segmen tersebut yang biasanya membuat prosedur kerja kurang intensif. Pasien biasanya keluar dari rumah sakit pada hari yang sama.

Selama prosedur, Dr Levin memasukkan catheter kecil ke dalam pembuluh saphenous menggunakan jarum suntik dengan pemantauan USG. Catheter mengirimkan panas radiofrequency ke dinding pembuluh yang menyebabkannya menyusut dan menutup. Setelah pembuluh menyusut, darah diteruskan ke pembuluh-pembuluh sehat lainnya. Biasanya tidak memerlukan jahitan.

Setelah prosedur selesai, Dr Levin membungkus kaki pasien dengan perban tebal ace-type selama 2-3 hari. Segera setelah pasien sembuh dari infus obat penenang, perban dibuka dan izinkan pulang. Beberapa orang akan kembali bekerja pada hari yang sama. Satu-satunya batasan yang diberikan adalah menghindari berlari atau melompat selama sekitar 10 hari.

Pengobatan varises yang dulu lebih ribet yang membutuhkan anestesi umum, rawat inap dan pemulihan yang lama. Belum lagi disertai pembangkakan dan memar yang signifikan dan menimbulkan rasa sakit. Pengobatan dengan menggunakan VNUS ClosureFASTTM catheter ini meminimalkan rasa sakit dan memar.(ir/ir)

Sumber: Merry Wahyuningsih – detikHealth

Kategori:Hidup Sehat Tag

Waspadai 7 Penyakit yang Mewabah

img
Ilustrasi (Foto: Foxnews)

Jakarta, Zaman moderen seperti saat ini memang sudah banyak jenis antibiotik dan obat-obatan. Namun tak ada salahnya untuk tetap selalu waspada terhadap penyakit-penyakit yang bisa mewabah.

Seperti dilansir FoxNews, Kamis (4/3/2010), ada 7 penyakit yang membahayakan yang masih menjadi wabah dunia:

1. Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit virus mematikan yang ditularkan oleh nyamuk. Pemberian nama ini karena pasien yang terinfeksi bisa tampak kuning.

Belum ada obat untuk menyembuhkan demam kuning ini. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan mengurangi gejala-gejala pasien, seperti demam, sakit perut, muntah, serta pendarahan dari mulut, hidung dan mata.

Ada 30.000 kematian akibat demam kuning setiap tahunnya, biasanya paling banyak di daerah tropis. Saat ini, vaksinasi adalah tindakan pencegahan paling penting terhadap demam kuning.

2. Tifus

Tifus masih lazim di negara-negara berkembang, sehingga para wisatawan asing harus divaksinasi terhadapnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri salmonella typhi yang dibawa ke aliran darah dan saluran pencernaan.

Gejala-gejala tifus seperti demam yang berkelanjutan, lemah, sakit perut, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Pada beberapa kasus, terdapat ruam dan bintik-bintik merah pada pasein. Demam tifus biasanya diobati dengan antibiotik yang dapat menghilang infeksi selama 2-3 hari.

3. Flu Spanyol

Antara tahun 1918 dan 1919, flu Spanyol telah membunuh 20 hingga 40 juta orang. Ini benar-benar bencana global. Flu mematikan ini menyerang orang usia 20 sampai 40 tahun, dan menginfeksi 28 persen penduduk Amerika.

Gejala flu Spanyol lebih parah daripada flu musiman biasanya. Pasien akan menggigil dan mengalami kelelahan ekstrim, serta terdapat cairan di paru-parunya. Wajah pasien terlihat coklat dan ungu, dan kakinya akan menjadi hitam.

4. Cacar

Cacar muncul dari virus variola ribuan tahun yang lalu, dan World Health Organization (WHO) baru mengeluarkan sertifikat untuk pemberantasan penyakit ini pada tahun 1979, dan sukses melalui kampanye vaksinasi.

Namun penyakit cacar ini telah membunuh sekitar 60 juta orang di Eropa pada abad ke-18. Dan diperkirakan 300-500 juta kematian di seluruh dunia pada abad ke-20 diakibatkan oleh penyakit ini juga.

Efek jangka panjangnya adalah cacat pada kulit, infertilitas, dan kadang-kadang kebutaan. Gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh dan ruam.

5. Malaria

Malaria telah membunuh 2 juta orang per tahun dan menyebabkan 400 hingga 900 juta kasus deman setiap tahunnya. Parasit malaria ditularkan oleh nyamuk, dan mereka berkembang biak di sel darah merah.

Gejalanya seperti anemia, demam, mual, dan pada beberapa kasus ekstrim dapat menyebabkan koma hingga kematian. Malaria merupakan permasalahan terbesar di daerah tropik dan subtropik di dunia.

6. Kolera

Kolera menyebabkan delapan wabah sepanjang sejarah, dimulai pada tahun 1817. Penyakit ini berasal dari air kotor Sungai Gangga di India dan meledak selama festival di Calcutta. Penyakit ini berpindah ke bagian India lainnya, dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia melalui air yang terkontaminasi dan juga melalui kotoran korban. Wabah terbaru pada tahun 1947 menyerang 20.500 orang di Mesir.

7. Pes

Penyakit pes yang lebih dikenal dengan “Black Death”, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, paling sering dibawa oleh hewan pengerat dan kutu.

Pada abad pertengahan, jutaan orang di seluruh Eropa meninggal karena wabah yang diakibatkan oleh kutu tikus yang banyak terdapat di rumah-rumah dan perkantoran.

Sekarang telah ada antibiotik yang efisien mengobati penyakit ini jika terdeteksi secara dini. Namun jika seseorang telah terinfeksi dan tidak segera diobati, cenderung menyebabkan kematian. Wabah pes ini terkadang masih terjadi pada masyarakat di pedesaan.(ir/ir)

Sumber: Merry Wahyuningsih – detikHealth

Kategori:Hidup Sehat Tag

Kebiasaan Minum Air yang Dianggap Mitos

Jakarta, Air penting bagi tubuh. Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka tubuh akan jarang terkena sakit. Tapi seorang ahli ginjal menilai ada kebiasaan-kebiasaan yang dianggap wajib dipatuhi dalam minum air padahal sebenarnya itu belum tentu benar.

Pakar ginjal Dr Stanley Goldfarb University of Pennsylvania dalam penelitiannya yang telah dipublikasikan Journal of the American Society of Nephrology seperti dikutip Kamis (4/3/2010) mengatakan ada anggapan keliru yang beredar di masyarakat soal minum air.

Dia melihat ada lima mitos soal minum air yang begitu dipercaya oleh orang, yaitu:

1. Minum 8 gelas setiap hari

Dr Goldfarb mengaku tidak tahu dari mana datangnya nasihat standar mengenai minum air 8 gelas sehari. “Tidak ada yang benar-benar tahu,” kata Dr Stanley Goldfarb, seorang ahli ginjal di University of Pennsylvania.

Menurutnya kebutuhan minum tiap orang berbeda, bisa saja jumlah itu cukup buat seseorang tapi kurang atau kelebihan bagi yang lain. Si pemilik tubuh yang tahu persis berapa kebutuhan airnya. Gara-gara mitos minum air 8 gelas sehari banyak orang yang merasa bersalah jika tak mencapai minum 8 gelas sehari.

2. Minum banyak air dapat membantu membersihkan racun

Ginjal menyaring racun dari aliran darah. Kemudian racun keluar melalui urin. Pertanyaannya, apakah minum air lebih banyak dapat meningkatkan fungsi ginjal? “Tidak,” kata Goldfarb. Bahkan, minum air dalam jumlah besar kemungkinan akan mengurangi kemampuan ginjal sebagai penyaring. Ini merupakan penurunan yang kecil, tapi pasti.

3. Banyak minum sama dengan kulit sehat
Tubuh kita terdiri dari 60 persen air. Jadi, orang dengan berat badan 200 pound, sebesar 120 pound adalah berupa air. Menambahkan beberapa gelas air setiap hari memiliki efek terbatas. “Ini sebagian kecil dari apa yang ada dalam tubuh,” kata Goldfarb. Jadi sangat tidak mungkin hal ini dapat menguntungkan tubuh.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2007 tentang manfaat air untuk kecantikan menunjukkan bahwa 500 ml air meningkatkan aliran darah kapiler di kulit. Tetapi tidak jelas apakah perubahan ini secara klinis signifikan.

4. Minum banyak air dapat menurunkan berat badan
“Air adalah strategi yang sangat besar bagi orang yang ingin diet karena tidak mengandung kalori,” kata Madeline Fernstrom dari University of Pittsburgh. Jadi mulut akan tetap sibuk walaupun tanpa makanan dan juga mendapatkan rasa puas. Tetapi menurut Fernstrom air tidaklah ajaib. Pilihan lain untuk diet nol kalori adalah dengan mengurangi minuman soda.

5. Mudah dehidrasi selama latihan
Dehidrasi akan dirasakan ketika seseorang kehilangan 2 persen dari berat tubuhnya. Di tempat panas dan kering kebutuhan air akan meningkat. Pelari maraton, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi.

American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa atlet minum 16 ons cairan beberapa jam sebelum memulai latihan. Tetapi untuk orang berjalan-jalan di taman, tidak memerlukan sebotol air. Goldfarb pun menyarankan, minumlah hanya ketika Anda haus.

Temuan Goldfarb ini memang berbeda dengan pakar-pakar kesehatan lainnya. Prof Dr Ir Hardinsyah, ahli gizi dan pangan sekaligus dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Petanian Bogor (IPB) mengatakan kekurangan air bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan otak. “Kurang 1 persen saja bisa mengalami gangguan ingatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara Dr dr Parlindungan Siregar SpPD.KGH, seorang dokter spesialis penyakit dalam di FKUI-RSCM pernah mengatakan ketika tubuh kekurangan air atau dehidrasi, cairan di otak akan menurun, asupan oksigen yang harusnya mengalir ke otak pun berkurang.

Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak aktif dan berkembang, bahkan bisa menciut. Dan ketika itu terjadi, otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi.

Sementara Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS menekankan pentingnya jadwal minum air yang ideal.

Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air.

Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:

1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak.

Sekali lagi banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya.(ir/ir)

Sumber: Merry Wahyuningsih – detikHealth

Kategori:Hidup Sehat Tag

Jangan Taruh Sikat Gigi Dekat Toilet

Manchester, Coba perhatikan kamar mandi Anda. Apakah Anda menaruh tempat sikat gigi terlalu dekat dengan toilet? Kalau ya segera pindahkan ke tempat yang agak jauh karena menaruh sikat gigi terlalu dekat pembuangan toilet berisiko terkontaminasi kuman.

Jutaan orang mempertaruhkan kesehatannya dengan meletakkan sikat giginya begitu dekat dengan toilet. Padahal salah satu tempat yang mengandung berbagai macam kuman adalah toilet tempat buang air kecil atau air besar.

Peneliti dari Lloydspharmacy menuturkan ketika toilet disiram, maka bakteri bisa menyebar ke udara selama 2 jam sebelum jatuh ke lantai. Ada kemungkinan kuman tersebut menempel pada permukaan sikat gigi sehingga bisa masuk ke dalam tubuh saat orang menggunakannya. Karena itu sikat gigi yang diletakkan di dekat toilet sangat rentan terkontaminasi bakteri.

Kuman bisa terbang sejauh 1 meter dari lubang toilet setelah disiram, apalagi jika permukaan sikat gigi tidak tertutup atau dilindungi dengan baik.

Penelitian dari Manchester University mengungkapkan bahwa lebih dari 100 juta bakteri dapat hidup dalam satu sikat gigi, seperti E.coli, Staphylococci, Streptoccocus dan jamur Candida.

“Salah satu gejala yang bisa muncul adalah perut terasa mulas setelah menggosok gigi, ada kemungkinana bakteri hadir di permukaan siakt gigi tersebut,” ujar Louise Baglole, ahli kesehatan mulut dari Lloydspharmacy, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (3/3/2010).

Usahakan untuk selalu menyimpan sikat gigi ditempat yang bersih dan kering, sedangkan udara di kamar mandi sangat lembab sehingga kondisinya baik untuk tempat bersarang mikroorganisme. Akan lebih baik jika bisa menaruh sikat gigi di luar kamar mandi.

Selain itu sebaiknya menghilangkan air yang ada di sikat dengan cara mengibas-ngibaskan sikat sebelum melindunginya dengan penutup sikat gigi. Jangan merendamnya dengan larutan pembersih mulut karena tidak akan efektif untuk menghilangkan segala mikroorganisme.

Sikat gigi merupakan barang yang digunakan setiap hari oleh semua orang di seluruh dunia, karena itu kebersihannya harus dijaga agar tidak menimbulkan penyakit dan menjadi sarang berkembang biaknya kuman-kuman.(ver/ir)

Sumber: Vera Farah Bararah – detikHealth

Kategori:Hidup Sehat Tag

Kurang atau Kelebihan Tidur Meningkatkan Lemak Perut

img
Ilustrasi (Foto: astrology.com)

North Carolina, Memiliki waktu tidur yang ekstrem sangat mempengaruhi penumpukan lemak di perut terutama pada orang usia muda. Kurang atau kelebihan tidur paling gampang bikin perut penuh lemak.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Sleep seperti dikutip Rabu (3/3/2010) menunjukkan bahwa pemuda Afrika-Amerika dan Hispanik yang memiliki durasi tidur pendek atau panjang memiliki peningkatan lemak perut yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidur malam normal selama 6-7 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang berusia di bawah 40 tahun, baik yang durasi tidurnya pendek atau panjang sangat terkait dengan peningkatan indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI) yang signifikan. Karena berhubungan dengan jaringan adipose bawah kulit atau Subcutaneous Adipose Tissue (SAT) dan jaringan visceral adipose atau Visceral Adipose Tissue (VAT) sehingga menimbun banyak lemak.

Dibandingkan dengan orang yang tidur malam selama 6-7 jam, orang yang tidur malam selama 5 jam atau kurang mengalami peningkatan BMI rata-rata 1,8 lebih tinggi dan akumulasi SAT lebih besar 42 cm dan VAT 13 cm. Sedangkan yang tidur malam selama 8 jam atau lebih mengalami peningkatan BMI 0,8 lebih tinggi, juga akumulasi SAT 20 cm dan VAT 6 cm yang lebih besar.

Tetapi ternyata tak ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan perubahan lemak perut pada partisipan di atas usia 40 tahun.

Peneliti melakukan kajian terhadap 1.107 orang di IRAS (Insulin Resistance Atherosclerosis Study) Family Study. Data yang dikumpulkan dari 332 orang Afrika-Amerika dan 775 orang Hispanik dengan usia rata-rata usia 41,7 tahun dengan rentang usia 18-81 tahun.

Dalam kelompok partisipan Afrika-Amerika dan Hispanik, mereka yang kurang tidur lebih besar mengalami peningkatan lemak selama lima tahun.

G. Kristen Hairston, MD, asisten profesor kedokteran internal di Wake Forest University School of Medicine di Winston-Salem, NC, mengatakan bahwa waktu tidur cukup penting bagi orang-orang dari semua ras dan etnis.

Namun, laporan dari etnis minoritas ada perilaku ekstrem dalam durasi tidur. Menjadikan mereka berisiko terhadap gangguan metabolisme seperti obesitas dan diabetes.

“Waktu tidur yang tepat penting untuk menjaga berat badan yang sehat,” kata Hairston.

Kategori BMI adalah:

1. Nilai indeks massa tubuh kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
2. Nilai 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
3. Nilai antara 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
4. Jika mencapai nilai 30 atau lebih maka orang tersebut masuk ke dalam kelompok obesitas.

Cara menghitung BMI dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.

Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal. (ir/ir)

Sumber: Merry Wahyuningsih – detikHealth

Kategori:Hidup Sehat Tag